UC News

Mengenal Saladin Yang Hebat Dalam Peperangan Tapi Lebih Dikenal Karena Kerendahan Hatinya

An-Nasir Salah ad-Din Yusuf bin Ayyub, atau yang lebih dikenal dengan nama Saladin, merupakan seorang Muslim Sunni dari etnis Kurdi. Saladin adalah ayah dari dinasti Ayyubiyah yang memerintah Mesir dari tahun 1174 hingga 1193. Lahir di Takrit, Irak, Saladin adalah putra seorang sipir bernama Najm ad-Din Ayyub yang kemudian menetap di Mosul bersama keluarganya. Ayah Saladin kemudian menjadi bagian dari militer, jadi dia mengirim putranya, bersama saudaranya, untuk belajar seni politik dan perang.

Mengenal Saladin Yang Hebat Dalam Peperangan Tapi Lebih Dikenal Karena Kerendahan Hatinya
Referensi pihak ketiga

Saladin dikenal dunia karena prestasi militernya dalam pertempuran melawan tentara salib. Saat itu Saladin meraih kemenangan terbesar dalam hidupnya dengan mengalahkan mereka dan menaklukkan kota suci Yerusalem dan menjadikan negara tersebut menjadi negara Islam. 

Saladin mendirikan kerajaan yang sukses sebagai hasil dari pengabdian agamanya, dan ia diketahui telah menyatukan beberapa negara Islam utama di bawah pemerintahannya.

Kehebatan Saladin dalam pertempuran memanglah ditakuti oleh musuh, akan tetapi Saladin lebih dikenal dari kehebatanya memperlakukan orang-orang di negara yang dia taklukan.

Saladin dikenal dalam sejarah sebagai ksatria yang santun melalui sifatnya yang rendah hati dan murah hati. Rasanya hampir tidak percaya ketika melihat seorang sultan dengan latar belakang kehebatan dalam bertempur bisa sangat peduli pada kehidupan orang-orang yang tinggal di tempat-tempat yang ia taklukkan. 

Referensi pihak ketiga

Dengan penaklukan Yerusalem, ia bisa saja membunuh penduduk Kristen di sana untuk membalas pembunuhan Muslim akan tetapi ia memperlakukan mereka dengan sebaliknya, hal yang tidak pernah mereka pikirkan selain menjadi budak yang tersiksa.

Saladin bukan hanya sosok yang sangat di kagumi oleh orang muslim, tetapi mereka orang Kristen, Yahudi juga sangat menghormati Saladin.

"Saya memperingatkan Anda agar tidak menumpahkan darah, memanjakannya, dan membiasakannya, karena darah tidak pernah tidur. ” Saladin.

 sumber:

Ancienthistorylists.com

history.com

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot