UC News

Menikahi Gadis Atau Janda. Mana Yang Lebih Baik?

Menikahi Gadis Atau Janda. Mana Yang Lebih Baik?
Referensi pihak ketiga

Pernikahan adalah sesuatu hal yang sangat sakral. Sebisa mungkin menjadi pilihan untuk seumur hidup. Menentukan pasangan untuk diajak untuk mengarungi bahtera rumah tangga bukalah suatu hal yang mudah.

Banyak hal yang dijadikan pertimbangan seorang laki-laki ketika ia akan menikah.

Banyak aspek yang mereka pikirkan sebelum akhirnya memilih bidadari yang kelak mendampinginya dalam arungi samudera kehidupan.

Satu di antara banyaknya hal tersebut adalah apakah ia akan menikah dengan seorang gadis atau janda.

Pertimbangan seseorang dalam memilih pasangan hidupnya sangat terkait erat dengan pribadi sang pemilih. Kemudian yang menjadi faktor pengaruhnya adalah kehidupan sehari-hari, keluarga, lingkungan sekitar, dan yang terpenting adalah agamanya.

Jika Gadis yang Menjadi Tambatan Hati

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam salah satu riwayatnya menyarankan agar umatnya menikah dengan gadis.

Karena mereka bisa saling bermesraan, bermain, subur dan mudah menerima serta tidak membandingkan, sebab belum pernah menikah dengan orang lain.

Referensi pihak ketiga

Selain itu, seorang gadis memiliki kadar kecintaan yang besar dan tulus serta besarnya rasa terima kasih kepada laki-laki yang telah memilihnya menjadi istri, padahal di luar sana ada banyak wanita lain dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki.

Hal lain yang sering menjadi pertimbangan, bahwa dengan menikahi gadis seorang laki-laki tidak akan mendapat ‘warisan’ masalah.

Berharap Berkah Janda

Jika menikahi gadis sudah menjadi sesuatu yang lumrah, maka lain cerita jika yang dinikahi oleh seorang laki-laki-lajang atau duda adalah sosok yang sudah pernah menikah.

Referensi pihak ketiga

Selain ‘warisan’ berupa anak dan barangkali masalah dengan mantan suami, anggapan miring yang sering disematkan oleh masyarakat kepada mereka yang menikahi janda.

Baik anggapan bahwa sang laki-laki mengincar harta jika janda kaya yang dinikahi, jabatan jika jandanya berpangkat, atau warisan dan kehormatan dan predikat duniawi lainnya.

Janda juga rentan jika dinikahi ketika ia memiliki sifat kurang syukur dan banyak menuntut. Selain itu, kekhawatiran apakah sang anak bisa mencintai ayah barunya juga sering dijadikan pertimbangan.

Otomatis, jika sang janda banyak anaknya, maka faktor penghasilan dan kehidupan ekonomi penting juga untuk dipikirkan.

Jadi Pilih Gadis atau Janda

Rasulullah memang secara langsung memberi nasihat agar seorang laki-laki menikahi gadis. Sedangkan terhadap janda, beliau hanya pernah membenarkan sahabatnya yang menikah dengan janda.

Padahal, jika melihat sejarah, dari banyak istri Nabi, hanya satu yang dinikahi saat masih gadis, sedang selainnya janda. Bahkan Ummu Khadijah binti Khuwailid menjanda dua kali sebelum menikah dengan Rasulullah.

Selain itu, dalam hadits lain terdapat isyarat persetujuan Nabi bagi seseorang yang menikahi janda, Nabi memberi garansi surga bagi siapa yang menyantuni janda.

Apalagi menikahinya secara syar’i, kemudian mencukupi kebutuhan lahir dan bathinnya.

Nah, lantaran dua hal ini, gadis ataupun janda sebenarnya tidak masalah. Tinggal melihat kecenderungan masing-masing, kesiapan diri dan keluarga, serta niatnya.

Sebab, ketika seseorang menikahi seorang gadis ataupun janda karena Allah Ta’ala dengan melihat agama dan kualitas akhlaknya, maka yakinlah bahwa itulah pernikahan yang diberkahi.

Itulah pernikahan yang ditetapkan iman atas pelakunya, dan disuburkan bagi mereka amal shalehnya. Kelak, pasangan inilah yang akan dikumpulkan di surga-Nya. Aamiin.

Dapatkan perlengkapan untuk seserahan, hadiah pengantin atau yang lainnya di Lazada. Dapatkan promo dan diskon menarik hanya di shopping 12.12. Jangan sampai kelewatan.

Shopping 12.12

Sumber:

  • Tribunnews.com
  • muslim.or.id
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot