UC News

Merinding! Misteri Lampor dan Ribuan Pocong yang Ada di Kali Boyong, Yogyakarta

Merinding! Misteri Lampor dan Ribuan Pocong yang Ada di Kali Boyong, Yogyakarta

Yogyakarta merupakan sebuah kota yang sarat akan nilai kebudayaan. Masyarakat Yogya dikenal memegang teguh tradisi dan budaya Jawa. Oleh sebab itu, tidak heran banyak yang menyarankan jika kamu ingin mengenal budaya Jawa, maka pergilah ke Yogyakarta.

Di kota ini, kita dapat menemukan berbagai tempat bersejarah. Misalnya saja Benteng Vredeburg, Monumen Serangan Umum Sebelas Maret, Keraton Yogyakarta, dan berbagai tempat bersejarah lainnya. Di sisi lain, Yogyakarta juga memiliki beberapa tempat yang dinilai mistis oleh masyarakat setempat.

Salah satunya adalah Kali Boyong. Seperti apa keangkeran dari kali yang satu ini? Melansir Phinemo.com, berikut ini ulasan singkatnya untuk kamu semua. Yuk, Keepo!

Kali Boyong

m.merdeka.com

Kali Boyong adalah nama dari sebuah sungai yang membelah Kota Yogyakarta dengan hulu di Gunung Merapi. Kali Boyong ini sendiri adalah nama yang diberikan oleh warga yang tinggal di wilayah Kabupaten Sleman.

Baca Juga: Muncul Ular Raksasa hingga Jeritan Misterius, Ini Kisah Angker Jalan Manunggal di Bogor

Sementara ketika memasuki wilayah Kota Yogyakarta, kali ini berubah namanya menjadi Sungai Code. Kali Boyong atau Sungai Code ini sendiri merupakan jalur aliran lahar dingin yang membawa material vulkanik dari Gunung Merapi.

Mitos tentang Kali Boyong

www.majalahburungpas.com

Menurut keyakinan masyarakat sekitar, Kali Boyong merupakan lintasan yang dilalui oleh lampor, yakni rombongan pasukan gaib yang berasal dari Pantai Selatan. Rombongan pasukan gaib ini dipercaya pergi mengunjungi Gunung Merapi pada waktu-waktu tertentu.

Menurut cerita yang beredar, sekitar tahun 1950-an terdapat sebuah pos jaga di daerah Gondolayu yang bertugas untuk memberi peringatan kepada warga jika lampor akan melintas.

Baca Juga: 10 Foto Penampakan Pocong Ini Bisa Bikin Kamu Cepetan Tobat

Biasanya penjaga pos akan memberikan kode kepada para warga dengan cara memukul kentongan titir bertalu-talu ketika mendengar suara gemerincing kereta kuda dengan suara derap kudanya.

Para warga yang mendengar kode peringatan tersebut akan langsung masuk ke dalam rumah masing-masing dan mengunci rapat pintu rumah. Menurut kepercayaan warga, jika lampor berhenti di salah satu desa, maka akan terjadi suatu musibah berupa wabah penyakit atau kematian di desa tersebut.

Terdapat ribuan pocong di hulu sungai

www.antvklik.com

Berdasarkan hasil retrokognisi yang dilakukan oleh tim Kisah Tanah Jawa, diketahui bahwa hulu Kali Boyong menjadi tempat tinggal dari ribuan pocong. Di antara ribuan pocong tersebut, ada satu pocong yang berbeda dari pocong lainnya karena pocong tersebut berwarna merah. Keberadaan pocong merah ini sangat menakutkan karena aura gelapnya yang kental dan sangat meneror.

Baca Juga: Dilempari Bunga hingga Garam Misterius, Warung Makan Ini Mendadak Sepi

Menurut cerita warga, dahulu pocong merah tersebut adalah seorang dukun ilmu hitam yang hidup pada tahun 1900 hingga 1920-an. Karena dianggap meresahkan, maka para warga memburu dan membunuh dukun tersebut.

Setelah dibunuh, jasad sang dukun lalu dimutilasi dan dimasukkan ke dalam satu kain kafan. Nah, darah dari jenazah dukun ini masih terus menetes hingga akhirnya membuat kain kafannya berubah menjadi berwarna merah. Jenazah sang dukun sendiri dibuang di hutan pinus yang berada di tepi Kali Boyong.

Itu dia kisah mistis tentang Kali Boyong atau Kali Code yang ada di wilayah Yogyakarta. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan kamu, ya!

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot