UC News

Militer China Sukses Uji Tembak Rudal Ballistik Canggih S-400 Triumf

Militer China Sukses Uji Tembak Rudal Ballistik Canggih S-400 Triumf
S-400 Triumf

TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW –Militer China sukses melakukan uji coba penembakan kedua sistem rudal S-400 Triumf yang dibeli dari Rusia.

Kabar sukses ini disampaikan sumber diplomatik militer kepada kantor berita TASS, Kamis (10/1/2019) malam waktu Moskow.

“Uji coba penembakan kedua S-400 dilakukan pada Desember lalu di sebuah tempat penembakan di Tiongkok,” katanya.

“Rudal 48N6E yang ditembakkan peluncur sistem menghantam target aerodinamis sebagai pengganti pesawat terbang, dengan kecepatan lebih dari 600 meter per detik," lanjut sumber itu.

Target itu mengenai jarak maksimum sekitar 250 kilometer dari lokasi peluncuran rudal. "Program uji coba S-400 di Cina telah selesai, belum ada uji coba peluncuran berikutnya,” tambah sumber tersebut.

Laporan sebelumnya mengatakan percobaan pertama yang berhasil dari sistem rudal pertahanan udara S-400 dilakukan di Cina pada awal Desember 2018.

Uji coba penembakan itu dilakukan terhadap target balistik yang terbang dengan kecepatan tiga kilometer per detik. Target itu juga terkena rudal pada jarak 250 kilometer.

Sumber diplomatik yang minta tak disebut identitasnya itu menambahkan, setelah dua percobaan, keefektifan rudal S-400 mendapat nilai tinggi pimpinan Kementerian Pertahanan Tiongkok.

"Kami benar-benar melihat sistem S-400 dengan kemampuannya saat ini tidak tertandingi di dunia dalam kelas persenjataannya," kata sumber tersebut mengutip salah satu perwakilan dari petinggi China.

China telah menjadi pembeli pertama sistem rudal darat-ke-udara Rusia S-400 Triumf. Di bawah kontrak, Rusia akan mengirimkan dua resimen sistem rudal pertahanan udara S-400 ke China.

Pada bulan Juli, sebuah sumber mengatakan kepada TASS, surat penyerahan satu resimen pertama S-400 telah ditandatangani dan pengirimannya melalui laut telah selesai pada Mei 2018.

S-400 Triumf Rusia adalah sistem rudal darat-ke-udara jarak jauh dan menengah terbaru yang mulai beroperasi pada tahun 2007.

Ini dirancang untuk menghancurkan pesawat, kapal perang, dan rudal balistik, dan juga dapat digunakan terhadap sasaran penting di darat.

S-400 mampu menjangkau jarak hingga 400 km, dan meluncur pada ketinggian hingga 30 km, membuatnya jauh dari jangkauan tembakan musuh dan pantauan system elektronik.(Tribunjogja.com/ AMN/TASS/xna)

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot