UC News

Niat Ceraikan Istri, Sang Suami Malah Menangis Saat Masuk Kamar. Ternyata Suaminya Temukan

Niat Ceraikan Istri, Sang Suami Malah Menangis Saat Masuk Kamar. Ternyata Suaminya Temukan
Referensi pihak ketiga

Diceritakan Sandi telah menikahi Nia selama 9 tahun. Namanya rumah tangga ada cekcok dan perdebatan itu hal biasa namun akhir-akhir ini masalah rumah tangga hampir tak menemukan jalan keluar. Sampai suatu hari ketika Sandi pulang kantor ia melihat ada meja makan baru dan dibeli tanpa persetujuan. Lantaran hal ini semakin menambah pertengkaran dalam rumah tangga. Sandi kesal karena merasa tidak dihargai dan istrinya membuang-buang uang saja bahkan hingga keesokan harinya kekesalannya semakin memuncak tatkala Sang istri membangunkan kesiangan untuk berangkat ke kantor.

Referensi pihak ketiga

Hari itu bertepatan dengan ulang tahun Nia. Malam harinya sekitar pukul 7 malam sang istri sudah menghubungi sebanyak 3 kali tidak diangkat. Dia juga mengirim pesan untuk segera pulang agar bisa makan malam bersama tetapi Sandi masih jengkel sehingga menghiraukan permintaan tersebut. Sepulang kerja sekitar pukul 21.00 WIB Sandi malah pergi lagi untuk futsal bersama teman-temannya. Lantaran hujan maka malam itu sebelum pulang sandi mampir ke cafe untuk melepas lelah dan penat meskipun sekedar minum kopi.

Sandi hanya berpikir jika pulang dijalan banjir akan semakin kesal terlebih ketemu istrinya yang akan membuatnya semakin jenuh. Dia sudah berpikir jika segera menceraikan istrinya karena banyak berubah terlebih ini sudah ia pikirkan cukup lama. Akhirnya ia pulang sekitar pukul 12 malam dan sampai rumah sekitar pukul 1 malam. Ketika membuka pintu Sandi melihat Niat tertidur di sofa ruang tamu.

Referensi pihak ketiga

Melihat hal itu sang suami berhenti sejenak memandangi wajah istrinya kemudian masuk kamar. Ketika merapikan kamar tanpa sadar sandi menemukan buku bersampul coklat tebal. Ketika dibuka ternyata isinya diari Nia. Dibacalah secara acak.

Referensi pihak ketiga

14 Februari 2000. Terima kasih Tuhan atas pemberianMu yang berarti
bagiku, Sandi, pacar pertamaku yang akan menjadi pacar terakhirku.
14 Februari 2003, Sandi melamarku di hari jadi kami yang ke-3. Tuhan
apa yang harus kulakukan? Berikan aku tanda untuk keputusan yang harus
kuambil.
6 Juni 2004, Hari minggu yang luar biasa, aku telah menjadi
Nyonya Sandi Aditya Purnama. Terima kasih Tuhan!
18 Juli 2004, Pertengkaran pertama kami sebagai keluarga. Aku harap
aku tak kemanisan lagi membuatkan teh untuknya. Tuhan, bantu aku agar
lebih berhati-hati membuatkan teh untuk suamiku.
6 Juni 2008, Tak sengaja kubaca pesan singkat di Hp Sandi dari seorang wanita. Tiap kata dan kalimat yang aku baca menunjukkan kalau Sandi sangat dekat dengan wanita itu. Tuhan, aku mohon agar Sandi tidak pindah ke lain hati.
Jantungku serasa mau berhenti...
25 Oktober 2008, Aku menemukan surat ucapan terima kasih di kemeja Sandi, atas candle light dinner di hari ulang tahun seorang wanita
dengan nama Ayu.
Siapakah dia Tuhan? Bukakanlah mataku untuk apa yang Kau kehendaki agar aku ketahui…
Jantung sandi rasanya berhenti. Sebab dia sadar Selama aku dinas di Jogja dia memang sempat menjalin hubungan dengan seorang wanita yang bernama Ayu. Ayu datang disaat usia pernikahan telah mencapai 4 tahun.
Ayu, yang karenanya aku hampir saja mau memutuskan pernikahannya dengan
Nia karena kejenuhan.
4 Maret 2009, Aku dihampiri wanita bernama Ayu, Ia menghinaku dan
mengatakan Sandi telah selingkuh dengannya. Tuhan, beri aku kekuatan
yang berasal daripadaMu.
"Bagaimana mungkin Nia sekuat itu, ia tak pernah mengatakan apapun atau menangis di hadapanku setelah mengetahui aku telah menghianatinya. Aku tahu Ayu, dia pasti telah membuat hati Nia sangat terluka dengan kata-kata tajam yang keluar dari mulutnya. Nafasku sesak, tak mampu kubayangkan apa yang Maya rasakan saat itu" ucap sandi saat membaca buku itu.
23 Maret 2010, Sandi marah padaku, aku tertidur pulas saat ia pulang
kantor sehingga ia menunggu di depan rumah agak lama.
Seharian aku berada di mall mencari jam idaman Sandi, aku ingin membelikan jam itu
di hari ulang tahunnya yang tinggal 2 hari lagi.
Tuhan, beri kedamaian di hati Sandi agar ia tidak marah lagi padaku, aku tak akan tidur di sore hari lagi kalau sandi belum pulang walaupun aku lelah.
Sandi mulai menangis dan mencoba memahami ternyata wanita yang membahagiakannya malah dimarahi tanpa mau mendengarkan penjelasannya. Padahal jam kesayangan Sandi di pakai sampai hari ini.
15 Mei 2009, sandi butuh meja untuk menaruh kopi di ruang keluarga, dia sangat suka membaca di sudut ruang itu.
Tuhan, bantu aku menabung agar aku dapat membelikan sebuah meja, hadiah Anneversary Pernikahan kami untuk Sandi. Sandi tak dapat lagi menahan tangisannya karena Nia tak pernah mengatakan meja itu adalah hadiah Anneversary Pernikahan.
Sandi sudah tak sanggup lagi membuka halaman berikutnya. Nia sungguh diberi kekuatan dari Tuhan untuk mencintaiku tanpa syarat.

Membaca diary itu Sandi langsung menangis dan meminta maaf karena semua kesalahannya selama ini. Dia berjanji pada dirinya sendiri tidak akan menyakiti Istrinya lagi. Sungguh, istri wanita berhati lembut dan kuat.

Referensi pihak ketiga

Sumber:tribunnews. com/suami-menemukan-buku-diary-istrinya-telah-meninggalsaat-dibaca-ia-menangisternyata-selama-ini

Topic:
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot