UC News

Nyetir Ngantuk Dikit Makin Bahaya, Sebabnya Ini

Nyetir Ngantuk Dikit Makin Bahaya, Sebabnya Ini
Referensi pihak ketiga

Hai gaaeeess.. Beritaneka akan ungkap kenapa kalo lagi nyetir ngantuk dikit malah makin danger!

Justru, kalo ngantuknya banyak apalagi berat, pengendara pasti sadar karena gak bisa nahan kantuknya. Segera, dia menepikan kendaraan untuk istirahat sejenak. Lalu tidur.

Yang paling berbahaya justru ngantuk dikit yang kita bahas ini.

Dalam kondisi kadang ngantuk, kadang engga. Mata merem melek, biasanya pengendara masih memaksakan diri melajukan kendaraannya.

Dan tiba-tiba dia terlelap begitu saja, seketika. Barang beberapa detik. Ini bisa terjadi menimpa siapa saja; dia atau kamu.

Kondisi yang dialami ini namanya microsleep. Kamu bisa langsung blank, hilang kesadaran, black out. Truk yang pada mulanya masih jauh jaraknya tiba-tiba sudah berada di depan mata. Brak!

Apa sih microsleep itu?

Menurut Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, seperti dikutip Pengendara.com, microsleep adalah keadaan saat badan tidur sesaat. Segala input dari indera penglihatan dan pendengaran kita tidak dapat diproses otak. Durasi microsleep antara 1-30 detik yang bisa terjadi walaupun mata masih terbuka.

Jusri menerangkan, ada 2 kondisi tertidur yakni,

1. Ngantuk berat yang dapat menyebabkan terjadinya Automatic Behaviour Syndrome (ABS) yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas. ABS ini dapat segera disadari, dan biasanya pengendara akan mencari lokasi parkir untuk tidur sebentar, daripada direnggut maut.

2. Ngantuk sesaat, bisa dibilang juga ngantuknya cuma sedikit. Ngantuk yang kayak begini ini yang sulit untuk diantisipasi. Pengendara akan merasa masih mampu menahan kantuk dan melanjutkan berkendara. Padahal, dalam kondisi ini maut sudah menemaninya dan siap menjemput ke akherat sewaktu-waktu.

Dalam kecepatan 70 kilometer per jam microsleep selama 3 detik dapat menyebabkan kendaraan menyusur tanpa kendali sejauh 200 meter. Dalam jarak 200 meter nyawa bisa melayang dalam sekejap.

Kamu bisa membayangkan apa yang akan terjadi apabila kendaraan berada pada kecepatan 100 kilometer per jam?

Siklus terjadinya microsleep seperti ini perlu diwaspadai saat berkendara. Biasanya Setelah makan kita merasa mengantuk. Mungkin karena organ pencernaan tubuh bekerja keras. Kondisi mengantuk seperti ini harus diwaspadai ketika kita berkendara.

Selain itu, microsleep juga dapat terjadi karena perjalanan yang membosankan. Saat menempuh rute yang rutin dilalui atau jalur komuter. Juga ketika melewati highway atau jalan tol bebas hambatan.

Referensi pihak ketiga

Jadi Apa yang Harus Kamu Lakukan?

“Saat berkendara, read what you see. Mengerti apa yang dilihat di depan, samping kiri dan kanan, dan di belakang sehingga dapat memproyeksikan. Mengecek kaca spion ke kiri dan kanan setiap 5-8 detik untuk mencegah ngantuk. Atur kecepatan tidak konstan namun dalam batas aman,” kata Jusri.

Sebaiknya kamu yang nyetir kendaraan sambil ngantuk segera

1. Berhenti

2. Parkir mobil di tempat aman

3. Tidur

Gak perlu tidur lama, 10-15 menit cukup untuk menyegarkan badan. Dalam prosedur keselamatan berkendara, berhenti dan beristirahatlah setiap 2 jam ketika menempuh jarak jauh. Gunakanlah waktu istirahat untuk tidur efektif 15-30 menit sehingga ketika kamu bangun badan akan terasa segar bugar.

Kamu pernah mengalami kondisi seperti ini? Silakan berkomentar dan berbagi pengalaman..

Sumber :

http://pengendara.com/waspada-microsleep-penyebab-kecelakaan-saat-berkendara/

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot