UC News

OJK Segera Minta Penjelasan Bank Mandiri

JAKARTA –Permasalahan sistem eror Bank Mandiri pada Sabtu (20/7) yang menyebabkan perubahan nominal saldo di 1,4 juta rekening nasabah memantik reaksi dan kritik dari banyak pihak.

Sistem infra struktur tek nologi informasi (information techno logy/IT) perbankan dan keamanan data nasabah bank pun kembali jadi so - rot an. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) siap meminta penjelasan kepa da Bank Mandiri terkait kasus ter sebut. Deputi Komisioner Humas dan Ma najemen Strategis OJK Anto Pra bowo mengatakan, pihaknya saat ini melakukan monitor dan mitigasi me ngenai apa yang dilakukan oleh bank dan memprioritaskan aspek per lin dungan konsumen. Hal ini terkait de ngan hak nasabah, termasuk pemu lih an layanannya setelah kejadian sistem eror di Bank Mandiri.

“Secepatnya OJK akan me - minta Bank Mandiri tentu un - tuk segera me laporkan per ma - salahan dan apa saja langkahlangkah yang mereka laku kan untuk tidak terulang lagi di ke - mu di an hari,” ujar Anto di Ja - karta kema rin. Saat ini yang ter penting, pe - la yan an nasabah sudah kembali normal dan tidak ada yang ber - ku rang hak atau isi rekening nya. Bank Indo ne sia (BI) me mas - ti kan saldo na sabah PT Bank Man diri (Per sero) Tbk tidak akan hi lang yang disebabkan oleh sistem eror ka rena Bank Mandiri telah me mi liki sistem backup data seluruh nasabah. “Ka lau uang hilang, sa ya rasa enggak.

Sistemnya su dah ada data, justru kalau saya lihat su - dah responsif karena be gitu ke - jadian langsung dires pons se - dang diatasi dan dijamin kea ma - n an nya,” ujar Kepala Ko mu ni - ka si BI Onny Widjarnako di Me - dan kemarin. Lebih lanjut dia menilai, per - bankan harus memiliki standar operasional jika gangguan sis - tem terjadi dengan menge de - pan kan perlindungan kon su - men. “Jadi para nasabah jangan kha watir. Kita tunggu sampai (gangguan) diatasi. Perlin dung - an konsumen tetap di jaga, tidak ha nya oleh bank itu sen diri, te ta - pi juga oleh regulator,” jelas nya. Terkait sanksi, Onny belum bisa me mastikan mengingat ada waktu to le ransi yang di beri kan kep ada per ban kan untuk meng - atasi gangguannya se suai pro se - dur. “BI tidak gampang mem beri sanksi, dilihat dulu apa (ma sa - lahnya).

Kami lebih me lihat per - lin dungan konsu men dulu. Kon - sumen ha rus me rasa aman dan terkawal un tuk keamanan dana - nya,” tandas nya. Sebelumnya terjadi kepa - nik an para nasabah Bank Man - diri lantaran sistemnya eror yang menyebabkan perubahan nominal saldo pada 1,5 juta re - ke ning nasabah pada Sabtu (20/7). Ada yang dananya ber - ku rang, ada juga nasabah Man - diri yang dananya bertambah. Di Pekan Baru misalnya pu luh - an nasabah melakukan aksi pro - tes ke kantor Bank Mandiri. Me - reka memprotes karena sal do tabungan mereka raib. Me re ka meminta pihak bank ber tang - gung jawab.

“Saldo istri saya hilang, tinggal 0 rupiah. Sab tu kan memang buka sam pai jam Rp12.00 WIB,” kata An di ka, salah satu nasabah Bank Mandiri yang ikut mengantre ka rena sal - do hilang Sabtu (20/7). Kasus ini juga sempat me nyedot per - hatian di dunia maya. Namun, berselang bebe ra pa jam, masa - lah tersebut ter atasi. Bank Mandiri melalui Cor - po rate Secretary Rohan Hafa telah memastikan saldo reke ning na sabah pulih seperti se dia ka - la. Dia memastikan per ma sa lahan sistem IT yang ter jadi pada akhir pekan lalu bu kan dise bab - kan ada pemba jak an dari hacker. Namun, perma sa lahan ter - se but dipastikan terjadi karena ada sistem eror di hardware.

“Tidak di-hack, eror di hardware, lagi kita au dit,” jelas Rohan keti - ka dihu bungi KORAN SINDO kema rin. Rohan mengaku nasabah yang terkena masalah dalam sis tem IT hanya sekitar 10% da - ri total jumlah nasabah per se ro - an. Hal ini diperoleh dari sistem ketika melakukan pe nge cekan antara saldo backup dan saldo baru. “Ternyata yang sal donya beda hitungannya 10% dari pe - megang rekening. IT memang tidak pilih-pilih, ta pi IT bisa meng-corrupt sebagi an data saja,” jelasnya.

Harus Jadi Bahan Introspeksi

Pakar IT Institut Teknologi Bandung (ITB) Basuki Suhar di - man meni lai sistem IT per ban - kan di Indo nesia relatif aman dan bagus. Itu terbukti, bank di Indonesia ti dak pernah kebo - bol an seperti be berapa kali ter - jadi di negara lain. Dia men con - toh kan kasus pembobolan bank melalui ja ring an internet di Ko - rea Selatan dan India. “Yang sekarang harus dila - ku kan adalah memperkuat au - dit reguler satu tahun sekali se - cara internal dan lima tahun se - kali oleh eksternal," kata Basuki. Kasus perbaikan sistem IT di Bank Mandiri yang sempat me - nimbulkan masalah, ujar Ba suki, seharusnya tidak terjadi jika bank tersebut melakukan audit berkala terhadap sistem IT-nya.

"OJK dan BI sebagai peng - awas harus mendorong per ban - kan di Tanah Air melakukan itu (audit berkala terhadap sistem IT) sebab sistem keamanan IT se tiap saat berkembang. Audit reguler merupakan bentuk pro - ses transparansi dan penja minan," ujar wakil direktur Sistem dan Teknologi Informasi ITB ini. Di Indonesia, tutur Basuki, se bagian besar bank meng gu na - kan ISO 2701 atau standar ke - amanan IT. Beberapa bank swasta telah menerapkan ISO 2701. ISO 2701 merupakan sistem keamanan informasi yang cukup rigid. Namun, seharusnya bu kan sekadar menggunakan ISO 2701 tanpa melakukan per - kuatan-perkuatan.

Standar keamanan IT ISO 2701 cukup lengkap, baik ja - ring an, arsitektur, pengaturan orang, siapa yang boleh review security, maupun login system. Jika dijalankan secara tepat, ri - siko-risiko seperti itu bisa di - kurangi. "Jika bank tidak melakukan audit reguler, tentu akan me - nim bulkan risiko, risk analysis harus dilakukan. Kehati-hatian harus diutamakan. Bank itu jual annya trust, kepercayaan. Orang kehilangan uang satu rupiah saja ramai," ungkapnya. Pengamat kebijakan publik Agus Pambagyo meminta su paya perbankan mempunyai sis - tem backup yang andal un tuk menjaga kepercayaan nasa bah. Kejadian gangguan saat sis tem perbankan dinilai me ru gikan konsumen karena tiba-tiba reke ning tabungan na sabah tidak sesuai saldo yak ni ada yang ber - kurang dan ada juga yang ber - tambah.

“Jadi sekarang yang harus diperbaiki itu backup sistem nya. Backup juga harus yang andal supaya tidak merugikan nasabah,” ujarnya. Menurut dia, meski hanya 10% nasabah yang terkena dam pak tersebut, tidak bisa di - ang gap sepele oleh Bank Mandiri. Pasalnya jika pelayanan per bankan tidak lekas diperbaiki, maka akan meng han curkan kepercayaan terhadap konsumen.

Nanang wijayanto/ hafid fuad/ rina anggraeni/ kunti fahmar sandy/ rakhmat baihaqi/ agus warsudi






READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot