UC News

Pemerintah Bakal Naikan Iuran Bpjs Kesehatan, Sri Mulyani: Kita Sudah Mulai Pertimbangkan

Pemerintah Bakal Naikan Iuran Bpjs Kesehatan, Sri Mulyani: Kita Sudah Mulai Pertimbangkan
Gambar dari : www.cnbcindonesia.com

Pada tahun lalu defisit keuangan BPJS kesehatan mencapai Rp 10,98 triliun, dan menurut Fahmi Idris, Direktur Utama Bpjs kesehatan memprediksi jumlah itu akan meningkatkan pada tahun ini sekitar Rp 16.5 triliun.

Oleh karena itu pemerintah sedang mengkaji untuk menaikan besaran iuran BPJS Kesehatan bagi segmen kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI), yang selama ini iurannya sebesar Rp 23.000 per orang. Iuran BPJS Kesehatan golongan PBI di bayarkan oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Di kutip dari www.cnbcindonesia.com (26/03/2019), Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah sedang membahas rencana untuk menaikan iuran BPJS Kesehatan golongan PBI, selain itu pemerintah juga akan menambah jumlah peserta PBI yang sekarang tercatat sebanyak 96,52 juta jiwa.

"BPJS kesehatan kita akan review berdasarkan audit dari BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) namun kita sudah mulai mempertimbangkan untuk menaikkan iuran yang dibayarkan melalui PBI dari yang sekarang ini Rp 23.000 menjadi lebih tinggi lagi," kata Sri Mulyani. 

"Tapi belum ditetapkan namun sudah ada ancang-ancang untuk menaikkan, juga jumlah penerimanya dinaikkan menjadi di atas 100 juta orang," lanjutnya kepada wartawan saat ditemui di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (23/4/2019). 

Sebelumnya, Menteri kesehatan Nila Moeloek juga mengungkapkan soal kenaikan Iuran dan jumlah peserta BPJS Kesehatan golongan PBI.

menurutnya usulan tersebut berasal dari Kementerian Keuangan, usulan tersebut adalah salah satu cara menekan masalah defisit BPJS Kesehatan.

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot