UC News

Pemilik Kedai Mengusir Pengemis Dengan Memberinya Sisa Makanan, Tak Disangka Si Pengemis

Musim dingin tahun ini penuh dengan tumpukan salju di mana-mana. Banyak toko-toko di pinggir jalan yang tutup, tapi ada satu kedai yang justru ramai dikunjungi, yaitu “Sichuan sister” hotpot.

Pemilik Kedai Mengusir Pengemis Dengan Memberinya Sisa Makanan, Tak Disangka Si Pengemis
Referensi pihak ketiga

Tampak bos Liang sibuk menghitung uang dengan wajah ceria.

Tapi saat semua orang sibuk, tampak seorang pengemis tua di luar halaman kedai.

Pakaiannya compang camping, mukanya gelap, badannya kurus dan kumal.

Dari tangannya tampak memegang sebuah mangkuk bekas sambil berkata mengiba.

“Tolong kasihanilah saya! Sudah beberapa hari saya belum makan !”

Beberapa tamu yang sedang menikmati makanannya dengan gembira seketika menjadi kesal dan mengusirnya ketika melihat seorang pengemis tua tiba-tiba menghampiri mereka.

Pengemis yang kedinginan dan kelaparan itu tidak mau beranjak pergi sebelum mendapatkan sedikit rezeki, beberapa tamu yang iba melihatnya memberi seribu, dua ribu perak.

Referensi pihak ketiga

Namun, ada juga beberapa tamu yang merasa jijik melihat pengemis itu lalu menghardiknya dengan nada kesal karena mengganggu selera makan mereka.

“Gimana nih pak, masih mau jualan gak, cepat usir pengemis ini!”

Bos Liang yang melihat itu, lalu menyuruh beberapa anak muda pelayan restonya untuk mengusir pengemis tua yang kurus kering itu.

Namun, pengemis tua itu sempat berteriak saat diusir keluar, “Bos, tolong kasihanilah saya, tolonglah beri saya semangkuk sup panas!”

Namun, bos Liang tak menggubrisnya, ia terus menghitung uang di meja kasirnya.

Sementara salju tebal terus beterbangan di luar sana, pengemis itu tampak menggigil kedinginan.

Sepasang tangannya yang kisut merayap di atas kaca jendela yang dingin.Tapi hatinya lebih dingin.

Dia sedang berpikir mengapa orang begitu acuh tak acuh.

Tiba-tiba, dia menatap bos Liang sambil bibjrnya terus bergemeletuk menahan hawa dingin, sepasang matanya tampak berlinang, sementara bos Liang tampak terus sibuk menghitung uang.

Dan dia sedang berangan-angan akan menggunakan uang itu membeli kalung untuk menyenangkan pacarnya.

Tiba-tiba bos Liang melirik sekilas pengemis yang masih mondar mandir di depan kedainya.

Agar tidak mengganggu usahanya, ia pun menyuruh pelayannya membungkus sisa makanan tamu untuk pengemis itu supaya pergi.

Pengemis itu melihat sejenak lalu mengambil bungkusan sisa makanan itu, dan pergi dengan langkah tertatih-tatih di atas hamparan salju.

Bos Liang menatap punggung pengemis yang berlalu dari kedainya itu sambil menggerutu.

“Dasar pengemis busuk, kok tidak mati kedinginan ya di tengah cuaca dingin yang membeku ini,”gumam bos Liang.

“Lain kali buka mata kalian lebar-lebar, jangan biarkan siapa pun masuk sesukanya!” kata bos Liang pada pegawainya.

Pukul 10 malam, hamparan salju semakin tebal, namun, kedainya masih sibuk melayani para tamu, tepat pada saat itu, seorang pegawai yang bermata tajam berbisik di telinga bos Liang.

“Bos, pengemis siang tadi datang lagi!”

“Usir dia!” kata bos Liang tegas tanpa melirik sedikit pun sosok si pengemis.

Tapi, beberapa saat kemudian, pegawainya menghampiri bos Liang dan berkata, “Bos, pengemis tua itu sangat aneh, dia bilang tidak akan datang lagi kalau bos melihatnya dengan lebih jelas!”

Referensi pihak ketiga

“Apa, dia menyuruhku menatapnya, memangnya dia pikir siapa dia, dasar pak tua, cepat usir dia, jangan menggangguku!” kata bos Liang kesal.

Namun, tiba-tiba terdengar tamparan keras di wajah bos Liang, dan tampak pengemis tua itu telah berdiri di depannya. Dengan suara gemetar dia berkata, ” Dasar kamu ya …Jahanam”

Mendapat tamparan yang tak disangkanya itu, dengan marah bos Liang menghardik orang tua itu sambil memegang wajahnya.

“Dasar pak tua gila” kata bos Liang sambil mengepalkan tinjunya…tapi tiba-tiba tangannya terhenti, dan dengan pandangan kaget, bos Liang berkata, “Ah, kamu….kamu. …”

“Huh! Sudah kenal siapa pengemis tua ini!” kata pak tua kesal.

“Dasar jahanam kamu!” bentak pak tua itu lagi marah

Orang tua itu berkata dengan bibir bergetar, “Ibumu meninggal lebih awal, sejak itu, dengan susah payah saya membesarkanmu seorang diri. Setelah lulus SMP, kamu menganggur di rumah, dan entah kapan persisnya, tiba-tiba saja kamu bilang mau mengadu nasib di ibukota, dan secara diam-diam menjual satu-satunya rumah di kampung. Sejak itu, tidak ada kabar berita lagi.”

“5 tahun setelah itu, saya tidak tahu apakah kamu masih hidup atau sudah mati. Karena tidak ada tempat tinggal lagi, saya pun menjadi pengemis, sambil mencari tahu tentang dirimu, dan tak disangka Tuhan menuntun jalanku sampai ke kedai anakku.”

“Tapi saya juga tak menyangka, hatimu sekarang bisa berubah sedingin itu, meski kamu tidak tahu

saya adalah ayahmu, namun, di tengah cuaca yang begitu dingin seperti ini, lantas apakah tidak pernah terlintas dalam benakmu dimanakah ayah yang tidak punya tempat tinggal sekarang? Apakah tidak mati kedinginan? “

Hmm! Sepertinya, kamu sekarang sudah kaya, dan telah lupa dengan yang namanya ayah!”

“Ayah …”teriak bos Liang memanggil si pengemis tua yang ternyata adalah ayahnya.

Bos Liang tak menyangka di saat dirinya hidup nyaman, ayahnya justeru sedang mengemis.

Melihat sang ayah di hadapannya, diam-diam bos Liang merasa ingin menampar dirinya lagi beberapa tamparan di wajah, sebagai bentuk penyesalan yang telah menelantarkan ayahnya sejak lima tahun lalu.”

Saat itu, tampak si pengemis tua membuang ke lantai kantong sisa makanan yang diberikan bos Liang tadi siang.

Referensi pihak ketiga

Sementara hatinya juga sudah terlanjur membeku, kemudian pak tua pun melangkah pergi tanpa menoleh lagi.

Pada saat itu, angin dingin tiba-tiba bertiup, dan sayup-sayup terdengar suara seseorang berteriak, “Ayo cepat kejar ayahmu !” bos Liang tiba-tiba tersentak sadar.

Dan berteriak memanggil, “Ayah!” sambil menerjang keluar mengejar ayahnya yang telah pergi menjauh.

Belakangan, banyak orang yang berkunjung ke resto hotpot ini, Tapi nama kedainya telah berganti menjadi “beggars” hot pot!

Selain berbakti kepada orang tua, juga seyogyanya membantu orang lain yang membutuhkan.

Miliki sekeping cinta kasih yang tulus ikhlas dan semoga berkah selalu mengiringi hidup anda.

Sumber: erabaru.net

Topic:
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot