UC News

Pendiri Facebook Disebut Sebagai Orang Paling Berbahaya di Dunia, Ternyata Ini Alasannya?

Pendiri Facebook Disebut Sebagai Orang Paling Berbahaya di Dunia, Ternyata Ini Alasannya?
Referensi pihak ketiga: Foto kenangan saat Presiden Joko Wido bersama Ibu Iriana tampak berjalan bersama dengan pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg. Jokowi mengunjungi kantor Facebook dalam rangkaian kunjungan ke Amerika Serikat untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-AS yang berlangsung pada 15-16 Februari 2016 - Sumber Foto: kompas dotcom (19/03/2016).

Boleh jadi facebook selama ini dianggap sebagai aplikasi yang fun, asik, gaul dan menyenangkan bagi khalayak.

Namun siapa sangka, seperti yang dilansir detikcom (11/8/2019), profesor Scott Galloway dari New York University Stern School of Business justru menyebut Pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg sebagai 'orang paling berbahaya di dunia' karena memegang kuasa luar biasa besar melalui bisnisnya dan ia berniat menyatukannya.

Pernyataan tersebut terlontar dalam acara 'Bloomberg Markets: The Close' Rabu silam (7/8/2019), di mana ia mengomentari langkah Facebook mengintegrasikan layanan messenger dari berbagai platform yang dimilikinya yakni WhatsApp, Instagram dan Facebook messenger.

Tentu saja menurutnya hal itu memerlukan penyusunan ulang software ketiganya. Memang, jika sudah selesai, user masih bisa menggunakan masing-masing aplikasi sendiri-sendiri, namun praktis secara teknis, ketiganya berjalan di infrastruktur teknis yang sama dan semuanya dikuasai penuh oleh Zuckerberg.

"Mark Zuckerberg sedang mencoba untuk mengenkripsi backbone atau inti antara WhatsApp, Instagram dan platform inti, Facebook, sehingga ia memiliki satu jaringan komunikasi 2,7 miliar orang," jelas Galloway.

Pada kenyataannya, saat ini telah ada lebih dari 2,7 miliar orang yang menggunakan setidaknya satu dari layanan yang dimiliki Facebook itu, setiap bulan berdasarkan data dari perusahaan. Diketahui juga, lebih dari 2,1 miliar menggunakan Facebook, Instagram, WhatsApp, atau Messenger rata-rata setiap hari, dikutip dari CNBC.

"Gagasan bahwa kita akan memiliki satu individu yang memutuskan algoritma untuk backbone terenkripsi 2,7 miliar orang itu menakutkan, terlepas dari apapun niat orang itu ya," ujarnya memperingatkan.

Memang, menanggapi beragam kritik yang diarahkan kepadanya sebelumnya, Zuckerberg menegaskan bahwa rencana tersebut dijamin aman dan menjaga privasi penggunanya. Enkripsi ditujukan untuk melindungi pesan agar tidak bisa dibaca orang lain, kecuali mereka yang terlibat dalam percakapan. 

Bahkan Facebook pun akan meningkatkan enkripsi dan menolak untuk menyimpan data di negara-negara dengan catatan hak asasi manusia yang buruk, serta mengupayakan aplikasi pesan dapat saling berkomunikasi satu sama lain.

"Orang ingin dapat memilih layanan mana yang mereka gunakan untuk berkomunikasi dengan yang lain," ujar Zuck seperti yang dilansir dari Independent.

"Sekarang kalau kamu ingin mengirim pesan orang-orang di Facebookmu harus menggunakan Messenger, di Instagram kamu harus menggunakan Direct, dan di WhatsApp kamu harus menggunakan WhatsApp. Kami ingin memberi orang pilihan sehingga mereka dapat menjangkau teman-teman mereka di seluruh jaringan ini dari aplikasi manapun yang mereka inginkan," lanjutnya.

Boleh jadi jika yang dijanjikan Mark bisa kita pegang, kita tetap harus mempertimbangkan peringatan Galloway. Pasalnya kita tetap tak bisa menggantungkan keamanan pribadi kita kepada personal. Harus ada sistem yang bisa menjamin hal itu bisa dilakukan. Bagaimana menurut UCers?

Topic: #facebook
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot