UC News

Pertama Dalam Sejarah Amerika, Korps Marinir Wanita dan Laki-laki Disatukan dalam Kamp Latihan

Pertama Dalam Sejarah Amerika, Korps Marinir Wanita dan Laki-laki Disatukan dalam Kamp Latihan
ILUSTRASI. (FOTO: Istimewa)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Mulai 5 Januari 2019 untuk kali pertama dalam sejarah, Korps Marinir Amerika Serikat akan mengintegrasikan peleton wanita dan pria selama kamp pelatihan.

Keputusan itu dibuat oleh kepemimpinan Korps Marinir dalam mendukung efisiensi pelatihan dan merupakan yang pertama dalam sejarah pelatihan merekrut Korps Marinir," kata pernyataan korps Marinir seperti laporan ABC News (6/1/2019).

"Pada 5 Januari 2019, Batalyon Pelatihan Rekrut ke-3 di atas Korps Marinir, Depot Pulau Parris, akan memulai siklus pelatihan mereka dengan satu peleton wanita dan lima peleton pria," tambah Korps Marinir.

Korps Marinir Amerika memang berbeda dengan korps keatuan lain, karena sebelumnya belum sepenuhnya mengintegrasikan perempuan dan laki-laki selama pelatihan rekrutmen.

Bahkan di Recruit Depot Parris Island di South Carolina, tiga batalion pertama semuanya berjenis kelamin laki-laki, sedangkan batalyon keempat seluruhnya berjenis kelamin perempuan, menurut laporan ABC News itu.

Namun perubahan itu disebut tidak permanen, karena menurut juru bicara Korps Marinir, bahwa kesatuan pasti akan melihat bagaimana kinerja peleton dalam model ini seiring korps terus mengevaluasi sistem ini.

Korps Marinir, yang memiliki prosentase perempuan terendah di antara kesatuan lain berada di bawah 9 persen, memasukkan 50 kandidat perempuan ke dalam batalion yang semuanya laki-laki karena kelas perekrutan biasanya jauh lebih kecil di bulan-bulan musim dingin.

Integrasi tersebut memungkinkan Pulau Parris untuk tidak mengaktifkan staf Batalion Pelatihan Rekrut ke-4 untuk satu peleton wanita.

Tetapi perekrutan perempuan tetap masih akan dipimpin oleh instruktur pelatih perempuan, tetapi akan tinggal di barak bersama rekan-rekan pria mereka.

"Siklus pelatihan sekitar 300 rekrutmen ini akan memberi staf Recruit Depot untuk menilai hasil, pencapaian, dan tantangan dalam pelatihan, logistik, dan dampak sumber daya dari model pelatihan kompi ini," kata Korps Marinir lagi.

Meskipun batalion pria dan wanita terpisah, Korps Marinir telah meningkatkan jumlah pelatihan yang dilakukan pria dan wanita bersama. (*)

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot