UC News

Presiden Amerika Serikat Telah Mengakui Suap

Presiden Amerika Serikat Telah Mengakui Suap
Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi/Reuters
RMOLBengkulu. Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengakui suap dalam skandal Ukraina di tengah penyelidikan yang tengah berlangsung dan dipimpin oleh kubu Demokrat.
"Suap itu untuk memberikan atau menahan bantuan militer sebagai imbalan atas pernyataan publik tentang penyelidikan palsu dalam pemilihan. Itu adalah suap," tegas Pelosi pada Kamis(14/11), sehari setelah audiensi publik pertama dalam penyelidikan pemakzulan yang dia umumkan pada bulan September lalu.

"Apa yang telah diakui oleh presiden dan mengatakan itu sempurna, saya katakan itu sangat salah. Ini suap," kata Pelosi seperti dimuat Reuters.

Diketahui bahwa fokus penyelidikan itu adalah pada panggilan telepon tanggal 25 Juli lalu di mana Trump meminta Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk menyelidiki saingan Demokratya, Joe Biden dan putranya, Hunter Biden yang pernah menjabat sebagai anggota dewan untuk sebuah perusahaan energi Ukraina bernama Burisma.

Seperti dimuat Kator Berita Politik RMOL, Pelosi membandingkan tindakan Trump dengan perilaku mantan Presiden Richard Nixon dalam skandal korupsi Watergate yang pada 1974 membuatnya menjadi satu-satunya presiden Amerika Serikat yang mengundurkan diri.

Trump diduga menyalahgunakan kekuasaannya dengan menahan 391 juta dolar AS dalam bentuk bantuan keamanan Amerika Serikat ke Ukraina sebagai pengaruh untuk menekan Ukraina untuk melakukan penyelidikan tersebut, yang menguntungkan Trump secara politis.

Padahal, anggaran itu telah disetujui oleh Kongres untuk membantu sekutu Amerika Serikat memerangi separatis yang didukung Rusia di bagian timur negara itu dan kemudian diberikan ke Ukraina.

Trump sendiri membantah melakukan kesalahan tersebut.

Komentar terbaru Pelosi tersebut dapat menawarkan preview atas pemakzulan yang mungkin diajukan oleh Demokrat. Pada konferensi persnya, dia juga mengatakan pemerintahan Trump telah melakukan penghalang Kongres dengan memblokir kesaksian pejabat yang dipanggil untuk bersaksi dalam penyelidikan. [tmc]

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot