UC News

Rindu Teman Lama Pria Ini Ikut Reuni. Saat Bertemu Ia Kaget & Menyesal, Ternyata

Rindu Teman Lama Pria Ini Ikut Reuni. Saat Bertemu Ia Kaget & Menyesal, Ternyata
Referensi pihak ketiga
  • Diceritakan Salman (Samaran) mendapatkan pesan singkat WhatsApp group. Ketika dibuka ia membaca pesan didalamnya hatinya sangat gembira lantaran ia mendapatkan undangan reunian SMP. Usai membaca pesan ia berbicara pada istrinya jika ingin ikut reuni. Salman merasa sangat rindu dengan sahabat karibnya di masa SMP. Tak disangka Istri ternyata melarang datang ke acara reuni itu karena dia takut seperti pengalamannya dulu waktu reuni. Teman-temannya hanya membuat ajang pamer. Mendengar peringatan istrinya dia tak percaya.
Referensi pihak ketiga

Salman tetap memaksakan kehendaknya dengan memasukkan namanya dalam daftar anggota reuni. Alhasil istrinya tak bisa menolak permintaan suaminya. Akhirnya hari itupun tiba, berbekal keyakinan bila semua tak berubah. Sore itu semua persiapan telah selesai lalu dia pamit pada istrinya memakai sepeda motor butut dan kaos oblong yang sederhana. Mulanya berkumpul rasanya menegangkan sekali, bincang sana sini lalu menceritakan keluarga masing-masing.

Mulai dari anak-anak, istri sampai pekerjaan atau usaha. Mereka ada yang jadi manager perusahaan ternama, sukses karena dapat warisan, serta berbagai kesuksesan lainnya. Aku hanya tersenyum saja. Dia tak terus terang tentang seperti apa sesungguhnya kondisi keluarganya. Ia hanya menceritakan bahwa punya toko buah pinggir jalan dan hasilnya cukup buat makan. Ternyata reaksi mereka persis seperti kata istrinya. Mereka malah nyinyir dengan kondisi Salman dan seperti menunjukkan rasa kasihan. Bahkan dibelakang mereka menggunjing tentang nasib buruk yang telah menimpa Salman.

Referensi pihak ketiga

Melihat hal itu hati pria 2 anak itu menangis, betapa mereka telah berubah sama seperti ucapan istri dirumah. Acara malam itu masih panjang semua orang melanjutkan rangkaian acara sampai selesai lalu Salman kemudian buru-buru meminta ijin pulang duluan. Tak lupa dia membayar semua makanan mereka dimeja kasir lalu pergi dengan hati kecewa. Ketika giliran teman-temannya mau membayar diberitahukan kasir bahwa semua makanan telah dibayar pria yang berkaos tadi. Mereka bertanya-tanya "mengapa bisa membayar semua makanan kami?".

Pria itu telah berlalu pergi dengan kesedihannya karena yang ditemui adalah teman-teman sombongnya bukan temannya yang ia kenal dulu. Padahal ia memiliki beberapa supermarket dengan banyak karyawan ditempat tinggalnya namun begitu merendah dihadapan orang lain. Peristiwa ini mengajarkan pada kita tentang arti sebuah kesederhanaan. Bila tak semua yang ditampilkan selalu baik. Bisa jadi orang yang tampil kaya hidupnya tidak benar-benar kaya dan orang tampil apa adanya adalah orang kaya.

Sumber: Tribunnews.com

Topic:
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot