UC News

Soal 22 Juta Suara, Jawaban KPU Ke BPN Ini Mengejutkan. Mungkinkah Jokowi Tereliminasi ?

Soal 22 Juta Suara, Jawaban KPU Ke BPN Ini Mengejutkan. Mungkinkah Jokowi Tereliminasi ?
tribunnews.com


Salah satu protes dan gugatan tim hukum BPN ke Mahakamah Konsititusi (MK) atas Pilpres 2019 adalah tuduhan KPU telah menggelembungkan suara sebanyak 22 juta suara di seluruh Indonesia. Oleh karna itulah BPN menganggap bahwa Pilpres 2019 ini penuh dengan kecurangan. Oleh karna itu BPN meminta KPU untuk mendiskualifikasi Jokowi dan membatalkan keputusan KPU.

Sebagaimana diketahui, KPU telah memutuskan bahwa Joko Widodo adalah pemenang Pilpres 2019 pada tanggal 21 Mei lalu. Jokowi memenangkan suara , unggul di atas Prabowo sebesar 55.5 persen. Jokowi juga menang di 21 Provinsi dari 34 Provinsi yang ada di seluruh Indonesia.

Atas Keputusan itu Prabowo dan jajaran BPN tidak mau menerimanya dan kemudian melaporkannya ke MK. Kini berkas laporan itu sedang diperiksa MK dan sebentar lagi akan diproses dalam persidangan. Tim TKN dan KPU menyatakan siap menghadapi gugatan BPN yang dinilainya banyak kejanggalan dan keanehan. Dintaranya adalah soal tuduhan penggelembungan 22 juta suara.

Atas tuduhan BPN itu, KPU mengaku aneh dan terkejut. Mengapa baru protes sekarang jika memang menumukan hal itu dan mengapa menerima hasil rekap ?

Pramono Ubaid (merdeka.com)


Sebagaimana detik.com melaporkan, KPU mengaku heran dengan gugatan tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang menuding KPU telah menggelembungkan sebanyak 22 jutaan suara untuk Jokowi-Ma'ruf Amin. KPU menilai pernyataan itu aneh dan patut dipertanyakan.

Komisioner KPU Pramono Ubaid mengatakan proses rekapitulasi berjenjang dari kecamatan hingga nasional yang dihadirkan oleh setiap saksi dari paslon capres-cawapres dan partai politik itu berjalan dengan baik. Pramono mengatakan tidak pernah ada yang keberatan dengan perolehan suara dari salah satu saksi paslon capres.

"Kami tidak pernah menerima keberatan soal perolehan suara dari salah satu saksi Paslon. Rata-rata keberatan muncul dari saksi parpol. Kalaupun ada, keberatan dari saksi paslon, tidak pernah menyoal perolehan suara, yang ada hanya menyoal jumlah pemilih, jumlah pengguna hak pilih, jumlah surat suara, jumlah suara tidak sah. Hampir tidak pernah menyoal perolehan suara," kata Pramono saat dikonfirmasi, Kamis (13/6/2019) dikutip detik.com

Karena itu, Pramono menilai tudingan tim hukum Prabowo-Sandi itu terasa aneh. Dia mempertanyakan kenapa tudingan itu tidak disampaikan dalam forum rekap berjenjang saat rekapitulasi.

detik.com


"Jadi aneh kalau tiba-tiba sekarang menyebut KPU menggelembungkan perolehan suara salah satu paslon. Lha waktu rekap berjenjang kok nggak ada keberatan sama sekali?" ujarnya.

Meski begitu, Pramono mengatakan pihaknya telah siap dan akan membuktikan tudingan-tudingan tim hukum Prabowo tidak benar. Dia menegaskan tudingan penggelembungan suara itu tidak relevan.

Nah, mungkinkah MK akan menerima tuduhan BPN soal penggelembungan 22 juta suara oleh KPU dan TKN itu, dan mungkinkah Jokowi akan tereliminasi ?**

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot