UC News

Sosok Kyai As'ad Situbondo, Menyadarkan Preman Sholat Jumat Berawal dari Menjaga Sendal

Kyai As'ad Situbondo merupakan kyai yang pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Situbondo. Kyai As'ad merupakan sosok salah satu kyai NU yang pernah menjabat sebagai Dewan Penasehat Pengurus Besar Nadhlatul Ulama 1990an.

Sosok Kyai As'ad Situbondo, Menyadarkan Preman Sholat Jumat Berawal dari Menjaga Sendal
Sumber gambar: mmc.tirto.id/image/otf/700x0/2016/11/10/TIRTO_350sds_ratio-16x9.JPG

Sosok Kyai As'ad tidak hanya dikenal sebagai orang yang pandai urusan agama namun juga dikenal sebagai orang yang pandai beladiri. Tingkat beladirinya diatas rata-rata sehingga dirinya tidak hanya disegani oleh santri dan masyarakat namun juga para preman pun segan terhadapnya. Walaupun dirinya disegani preman namun cara beliu menyadarkan preman bukan dengan ilmu beladirinya namun dengan cara menarik yaitu dengan memintanya menjaga sandal.

Sumber gambar: santri.net/wp-content/uploads/2016/11/sukorejo.jpg

Pasti kalian ada yang bertanya-tanya masa menjaga sandal bisa membujuk belajar agama? dalam artikel ini akan membahasnya oleh karena itu baca sampai tuntas dan temukan jawabannya.

Berawal dari keluhan santri dan masyarakat dimana setiap sholat jumat ada-ada saja sandal yang hilang. Kehilangan sandal ini terus terjadi setiap sholat Jumat hingga terdengar langsung ke Kyai As'ad. Mendengar berita serupa yang berulang kali menyebabkan sang kyai mulai berpikir untuk merangkul preman untuk menjaga sandal dan semoga saja mereka dari sini sadar dan mulai belajar islam.

Sumber gambar: i2.wp.com/ceramahmotivasi.com/wp-content/uploads/2018/02/Pondok-Pesantren-Salafiyah-Syafiiyah-Situbondo.jpg

Kyai As'ad yang juga disegani oleh preman dimana bukan hanya ilmu beladirinya yang sudah diatas rata-rata namun juga sosoknya yang merupakan kyai. Kyai As'ad meminta tolong kepada preman yang paling ditakuti untuk menjaga sendal saat sholat Jumat dimasjid tempat kyai sholat dimana sering ada santri atau masyarakat yang kehilangan sendal. Preman tersebut menyanggupi dan bilang ke kyai palingan yang mencuri anak buah saya.

Mulailah bertugas preman tersebut menjaga sandal pada sholat Jumat. Sholat Jumat hari pertama tugas tidak ada yang kehilangan sendal lanjut hari kedua dan ketiga. Pada hari keempat mulailah preman tersebut mempertanyakan dalam dirinya sendiri masa preman jaga sendal. Dari keluh kesah itu kemudian preman bertanya kepada kyai. Kyai masa saya harus menjaga sendal tukang becak dan tukang penjual kacang goreng? kyai dengan santai menjawab karena mereka sholat dan jika kamu tidak menjaganya terus siapa yang akan menjaganya? preman tersebut berpikir sejenak kemudian bilang ke kyai, kyai bagaimana jika yang menjaga sandal anak buah saya dan saya ikut sholat? kyai kalau seperti itu kamu harus membujuk anak buahmu buat jaga sandal.

Sumber gambar: nu.or.id/o-client/nu_or_id/pictures/post/big/14999211615966fb0960010.jpg

Preman tersebut setelah menemukan sosok preman lain mau menjaga sandal kemudian preman dedengkot tersebut sholat Jumat. Preman kedua ini menjaga sandal mulai namun mulai bertanya dalam hati pada Jumat-Jumat selanjutnya dan mengungkapkan ke Kyai hal yang sama yaitu masalah pekerjaan yang remeh menjaga sandal bukannya preman ditakuti kenapa harus menjaga sandal? kyai menjawab karena mereka sholat kalau kamu tidak menjaga terus bagaimana sandal tidak akan hilang? kemudian preman 2 itu mencari temannya untuk menjaga sandal dan preman 2 lebih memilih sholat dari pada menjaga sandal dan berlanjut terus hingga semua preman di dekat pondok pesantren tersebut sholat dan mulai belajar islam secara tidak langsung dari belajar sholat dan mendengarkan ceramah agama.

Sumber bacaan:

tirto.id/kisah-kiai-as039ad-situbondo-dan-para-preman-penjaga-sandal-cn63

Topic: #sholat
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot