UC News

Suka Bentak Emak. Akhirnya Dia Nangis Usai Telusuri Peta Harta Karun

Bukan sekali dua kali KM membantak emaknya. Mungkin hampir setiap hari. KM terus protes mengapa dilahirkan dari rahim seorang janda yang miskin. Dia tak terima dengan keadaan hidup yang susah. "Lihat tu bajuku udah gak ada yang pantas lagi. Nah ini bahkan ada yang sobek-sobek. Malu aku mak main dengan teman-teman!" Ucap KM sambil melempar baju kaos sobeknya ke tumpukan piring kotor.

Emak tak menjawab. Memungut baju itu. Mengambil jarum dan benang. "Sudah gak usah dijahit, bikin tambah jelek aja!" Timpal KM.

Begitulah cuplikan keseharian keluarga tanpa ayah tersebut. Ayah KM tak tahu kemana. KM bahkan tak pernah melihat wajah ayahnya meski sekali. Untuk sekadar fotonya pun tidak ada. Emak pun memlih bungkam ketika KM menanyakan prihal ayahnya.

Singkat cerita sang emak sakit keras. Di tengah menahan sakit teramat sangat, emak menyempatkan membuat peta harta karun. Lengkap dengan petunjuk yang jelas, jarak, cukup detail dan gampang untuk ditelusuri.

Suka Bentak Emak. Akhirnya Dia Nangis Usai Telusuri Peta Harta Karun
sumber ilustrasi: tribunnews.com

Sebelum menghembuskan nafas terakhir emak menyerahkan peta harta karun itu pada KM. Mata KM seketika membulat besar. Hatinya riang. Di otaknya hanya ada harta. Sampai lupa dengan emaknya yang sedang menghadapi aksi malaikat maut.

Setelah pemakaman jasad emaknya, KM lari tunggang langgang balik ke rumah. Bergegas menelusuri petunjuk-petunjuk yang ada di peta harta karun.

sumber ilustrasi: tribunnews.com
sumber ilustrasi: tribunnews.com

KM mulai menggali di titik sesuai yang diarahkan oleh peta harta karun. Tak beberapa lama kemudian terlihat ada kotak pensil plastik berwarna hitam. KM membuka kotak pensil tersebut. Dia senang bukan main melihat gelang emas segede rantai. Di sana juga ada kertas bertulis tangan emaknya. KM membuka gulungan kertas dan membacanya.

"Nak, kamu pasti senang ketika mendengar kabar tentang ada harta karun yang emak simpan. Tapi ketahulilah nak, gelang besar ini bisa habis dan hilang. Sementara kasih sayang emak akan abadi sekalipun nyawa sudah terputus dari raga. Bagi emak, kamu adalah harta yang tak ternilai harganya."

KM terduduk, hatinya terketuk. Dia merasakan penyesalan yang teramat sangat. Menangis meraung sejadi-jadinya. Dia bersumpah dan berkomitmen untuk tobat. Berajanji bakal menjalani kehidupan lebih baik lagi.


Begitulah rasa sesal bekerja. Sesuatu akan terasa sangat bernilai dan berharga setelah kita kehilangannya.

Sumber: Terinspirasi dari kejadian yang dilansir dari news.detik.com, liputan6.com, tribunnews.com

Topic:
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot