UC News

Sungkeman dan Menyapu ke Dalam Rumah, 2 Tradisi Imlek yang Mulai Terlupakan

Sungkeman dan Menyapu ke Dalam Rumah, 2 Tradisi Imlek yang Mulai Terlupakan
Gambar: Tribunnews.com

Masyarakat Tionghoa tengah bersuka cita merayakan Tahun Baru Imlek. Pada tahun ini merupakan tahun tikus logam. Secara tradisional tahun tikus logam dipercaya membawa sejumlah peluang baru pada urusan percintaan dan penghasilan.

Sebagaimana halnya tradisi yang lain, Imlek juga mengalami proses asimilasi budaya. Proses tersebut pada gilirannya mengubah sejumlah tradisi sedikit demi sedikit. Misalnya ada beberapa kebiasaan saat Imlek yang mulai dilupakan oleh kaum muda.

Ilustrasi: jurnalasia.com

Dikutip Pikiran Rakyat, Ketua Museum Sejarah Tionghoa Indonesia Bandung, Tjutju Widaya menuturkan sungkeman merupakan salah satu tradisi Imlek yang kini jarang dilakukan. Menurutnya, dahulu di awal Tahun Baru Imlek seluruh sanak saudara berkumpul untuk kemudian melakukan sungkeman, mirip seperti dalam tradisi idul fitri umat islam Indonesia.

Namun kini sungkeman perlahan mulai terlupakan. Selain itu menurut Tjutju, kebiasaan menyapu ke dalam rumah saat malam Imlek juga mulai ditinggalkan.

Ilustrasi: jpnn.com

Kan dulu mah hari pertama sujud ke orangtua sendiri saat Imlek. Sekarang mah nggak kayak dulu. Dulu, kalau malam Imlek sapu-sapu ke dalam rumah karena kotoran itu dianggap seperti rezeki. Warga takut membuang rezeki ke luar rumah. Sekarang sudah jarang dilakukan,” ujarnya seperti dikutip Pikiran Rakyat (24/1/2020).

Meski demikian masih banyak tradisi yang tetap dipegang teguh. Contohnya adalah tradisi saling mendoakan dan berbagi kebaikan melalui medium ritual dan sajian makanan.

Selain itu menurut Tjutju tradisi Tiongkok di Indonesia masih lebih baik ketimbang di negara asalnya. Ia mencontohkan sebagian besar warga yang merayakan Imlek masih menjalankan tradisi mudik dan berkumpul bersama keluarga.

Referensi: harian Pikiran Rakyat (24/1/2020)

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot