UC News

Surat Cintanya Dibacakan Gurunya, Bocah 11 Tahun ini Bunuh Diri Karena Tidak Kuat Menanggung Malu!

Surat Cintanya Dibacakan Gurunya, Bocah 11 Tahun ini Bunuh Diri Karena Tidak Kuat Menanggung Malu!

Masih banyak orang yang menganggap remeh mengenai stress dan depresi. Padahal, jika tidak ditangani dengan baik, depresi bisa membuat seseorang nekat mengakhiri hidupnya. Depresi juga tidak eksklusif dirasakan oleh orang dewasa. Mereka yang duduk di bangku SD atau SMP juga rentan stress, entah karena tekanan sekolah atau bullying dari sesama pelajar.

Namun, yang paling parah adalah ketika yang menyebabkan seorang siswa bunuh diri, justru gurunya sendiri. Kejadian ironis ini dibagikan oleh akun Facebook Syed Azmi. Dia menceritakan mengenai seorang gadis berusia 11 tahun di Malaysia yang nekat mengakhiri hidupnya, lantaran tidak tahan setelah dipermalukan oleh gurunya sendiri.

Semua ini bermula ketika si guru mengetahui bahwa gadis tersebut menulis surat cinta untuk murid cowok yang dia sukai. Namun, dia hanya menuliskan surat saja, dan tidak memberikan surat tersebut kepada sang gebetan. Entah bagaimana, guru ini mengetahui surat tersebut dan memberikan hukuman untuk murid cewek tersebut.

Dia dihukum dengan cara dipermalukan di depan murid cowok yang dia sukai, dan juga di hadapan teman-temannya. Celaan, hinaan, ditertawakan oleh teman-teman sekelas dan gurunya sendiri, begitu membekas di ingatan gadis ini. Begitu pulang ke rumah, dia pun meminum cairan pembasmi gula (herbisida) lantaran tidak tahan dengan beban hidupnya.

Baru-baru ini, ada kasus di mana seorang anak meninggal karena sengaja menelan herbisida. Dia meninggal seminggu setelahnya, tapi 2 hari sebelum meninggal dia sempat memberi tahu dokter apa yang terjadi. Dia dibuat malu dan dihukum.

Bocah yang ia sukai ternyata tahu. Dia ditertawakan, dihukum, dan rahasianya bahwa dia menyukai bocah itu sudah diketahui semua orang. Saat dia tiba di rumah, dia minum herbisida." tulis Syed.

Syed menyayangkan sikap guru tersebut yang malah tidak mencerminkan seorang pendidik. Bagaimana mungkin ada guru yang malah mempermalukan muridnya sendiri dan merusak psikisnya. Kalaupun memang apa yang dilakukan oleh gadis tersebut salah, kan bisa dinasehatin baik-baik. Bisa ditegur dan diberikan solusinya. Dia masih berusia 11 tahun, loh.

Namun, nasi sudah menjadi bubur. Satu nyawa melayang sia-sia hanya karena dia menuliskan perasaannya kepada orang yang dia sukai di atas selembar kertas. Syed menuliskan bahwa ratapan ibu gadis itu akan dia ingat seumur hidup. Dia kehilangan putri yang dia kasihi karena seorang guru yang bersikap kanak-kanak saat memberikan hukuman.

thenewsminute.com

Semoga kejadian ini membuka mata kita semua, terutama guru, agar lebih baik lagi dalam mendidik anak-anak atau murid. Jangan sampai terulang ada seorang anak yang bunuh diri karena dipermalukan oleh lingkungannya.

Topic: #guru
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot