UC News

Surat Resmi Kepolisian Malaysia Sebut Penyebar Video Pengeroyokan Ingin Adu Adu Domba

Surat Resmi Kepolisian Malaysia Sebut Penyebar Video Pengeroyokan Ingin Adu Adu Domba
Referensi pihak ketiga

Krak Telor - Menpora Malaysia, Syed Saddiq, baru-baru ini mengunggah sebuah video klarifikasi tentang viralnya video pengeroyokan yang sebelumnya disebut dilakukan oleh sekumpulan suporter Malaysia kepada beberapa suporter Indonesia.

Dalam video tersebut, Syed Saddiq, menyebutkan jika video yang dimaksud adalah hoax dan memiliki agenda tersembunyi untuk memecah belah kerukunan antar dua negara.

Referensi pihak ketiga

Tak lama berselang, seperti dilansir dari news.detik.com (23/11/2019), Syed Saddiq kembali mengunggah foto surat resmi dari kepolisian Malaysia untuk mendukung pendapatnya bahwa video pengeroyokan tersebut tidak benar dilakukan di sekitar Stadion Bukit Jalil.

Bahkan Polisi Malaysia menyakini bahwa penyebar video adalah pihak yang hanya ingin mengadu domba kedua negara.

#1. Polisi Malaysia mengaku bahwa pengeroyokan tak benar terjadi di sekitar kawasan Stadion Bukit Jalil.

Referensi pihak ketiga

#2. Kepolisian Malaysia juga yakin si penyebar video hanya ingin mengadu domba dan ingin agar ada aksi balas dendam ke warga Malaysia yang ada di Indonesia.

Referensi pihak ketiga

Sementara itu, klarifikasi ini mendapatkan banyak sekali bantahan dari netizen Indonesia, namun jika boleh beropini, Krak Telor melihat ada beberapa kejanggalan dalam surat yang dituliskan oleh pihak kepolisian Malaysia tersebut.

Yang pertama adalah bahwa pihak kepolisian Malaysia dalam suratnya masih menunggu pihak yang mengaku korban untuk membuat laporan. Hal ini tentu aneh, jika secara resmi surat dari kepolisian Malaysia berani menyebut bahwa video pengeroyokan tidak benar, lalu mengapa masih menunggu adanya laporan dari korban?

Hal yang kedua, pihak kepolisian Malaysia tak ada secara eksplisit menyebutkan bahwa aksi pengeroyokan tersebut tak ada, namun hanya bahwa lokasi bukan di kawasan sekitar Stadion Bukit Jalil. Lalu apakah jika terjadi di lokasi lain, maka masalah akan berkurang?

Yang ketiga, dalam pernyataan terakhir yang tertulis, pihak kepolisian Malaysia menuliskan, "Keamanan dan hubungan baik kedua negara tidak sewajarnya dinodai dengan penyebaran video yang tak diketahui kebenarannya ini."

Ini kontradiktif dengan apa yang disampaikan baik Menpora Malaysia ataupun pernyataan awal dalam surat. Jika belum diketahui kebenarannya, lalu mengapa sudah berani berasumsi jika ini adalah hoax dan hanya ingin mengadu domba?

Bagamana menurut sobat Ucers?

Pemilik hak cipta: Krak Telor


Topic: #malaysia
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot