UC News

Tak Banyak yang Tahu, 5 Kuliner Indonesia Ini Terancam Punah

Tak Banyak yang Tahu, 5 Kuliner Indonesia Ini Terancam Punah
Referensi pihak ketiga

Membicarakan kuliner Indonesia memang nggak ada habisnya ya guys? Selalu saja para bunda menciptakan menu baru. Tapi, apakah kamu tahu kalau beberapa kuliner khas Indonesia bakal terancam punah?

Punahnya mungkin karena kalah dengan makanan baru yang terus bermunculan. Terlebih makanan ala luar negeri juga di masak di Indonesia.

Nah, bersyukur banget ya bagi kamu yang sudah pernah makan 5 menu ini. Untuk kamu yang belum pernah makan cukup sekedar tahu aja ya.

Yok cari informasinya yang mimin rangkum dari laman hipwe.com (23/10/19)

1. Sayur babanci.

Referensi pihak ketiga

Kamu yang orang Betawi bakal tahu sayur babanci ini. Perpaduan campuran daging sapi, kelapa muda, dan petai dengan kuah asam peda bersantan.

2. Kidu.

Referensi pihak ketiga

Kidu adalah kuliner ekstrem yang berasal dari Suku Karo, Sumatera Utara. Kuliner ini terbuat dari ulat pohon enau yang sudah membusuk.

Biasanya, orang Karo akan memakan ulat pohon tersebut mentah-mentah atau digoreng dan diberi bumbu arsik.

Selain ekstrem, kuliner ini juga susah dimasak dan bahan-bahannya sulit ditemukan. Terlebih, kidu yang tidak dimasak dengan benar bisa menyebabkan sakit perut.

3. Sate blengong.

Referensi pihak ketiga

Sate blengong adalah kuliner Brebes yang dibuat dari bahan dasar entok, unggas sejenis bebek yang memiliki daging lebih empuk. Selain dibuat sate, blenging juga bisa dicampur bumbu santan dan disajikan bersama ketupat.

Bukan cuma dagingnya yang lebih empuk, sate blengong ini juga lebih gurih dan merupakan kuliner wajib untuk dicicipi saat ke Brebes.

4. Wedang tahu.

Referensi pihak ketiga

Di Semarang, tahu tidak hanya dijadikan lauk-pauk. Alih-alih, tahu juga bisa dijadikan minuman pencuci mulut bernama wedang tahu. Untuk membuat wedang tahu, sari kedelai direbus hingga menjadi bubur. Kemudian, bubur tahu tersebut disajikan dengan wedang jahe sehingga memberikan rasa hangat.

Sayangnya, wedang tahu kini sudah jarang dijual.

5. Gulo puan.

Referensi pihak ketiga

Terakhir, ada gulo puan dari Palembang. Makanan yang terbuat dari gula ini kerap disebut sebagai kejunya Sumatera Selatan. Gulo puan terbuat dari campuran gula pasir dan susu kerbau. Untuk memasaknya, dibutuhkan waktu pengolahan sekitar 3-4 jam.

Selain karena proses pembuatannya yang sulit, gulo puan sekarang makin susah ditemukan karena susu kerbau sudah mulai langka.

Sumber : Hipwe.com
Topic: #tren kuliner
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot