UC News

Tanpa Alas Kaki, Mr Merintih Perih Disaksikan Para Bocah

Tanpa Alas Kaki, Mr Merintih Perih Disaksikan Para Bocah
Referensi pihak ketiga

Di Indonesia, yang menerapkan hukum cambuk bagi pelanggar syariat adalah Pemerintah Propinsi Aceh. Antara tega dan tidak, hukuman syariat harus tetap ditegakkan. Sebagaimana dilansir dari laman IDN Times )20/4/2018) BANDA ACEH, Indonesia—Perempuan berinisial MR itu tampak lemah saat dua polisi syariat memboyongnya dari dalam masjid. Kedua tangannya menarik erat bagian bawah jilbab untuk menutupi seluruh wajahnya, kecuali bagian mata yang tampak sembab. Tanpa alas kaki, perempuan berusia 24 tahun itu berjalan menuju panggung utama.

Referensi pihak ketiga

MR divonis hukuman cambuk sebanyak 15 kali karena melanggar qanun jinayat tentang jarimah, atau perbuatan-perbuatan yang dilarang dalam syariat Islam. Perbuatan MR dinyatakan bersalah oleh Hakim, karena merupakan salah satu PSK dalam praktek prostitusi online yang ditangkap polisi. Di halaman Masjid Jamik Lueng Bata, Desa Batoh, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, Provinsi Aceh, pada Jumat pagi, 20 April 2018.

Referensi pihak ketiga

Yang membuat miris adalah, hukuman itu disaksikan oleh masyarakat sekitar, bahkan para bocah atau anak-anak kecil menyaksikan hukum cambuk tersebut. Di satu sisi pemerintah ingin membuat jera dan menerapkan hukum syariat, di satu sisi haruskan anak-anak melihat kekejaman tersebut? Bukankah sebaiknya di tempat tertutup? Seandainya memang salah, namun sudahkah diperhitungkan, bagaimana perasaan pelaku dan keluarganya di masyarakat?

Sumber IDN Times

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot