UC News

Tentara Yang Meringkus Saddam Hussein Ini Terkenal Di Zamannya. Bagaimana Nasibnya Kini?

Mata dan telinga para pengamat luar negeri di seluruh dunia pasti akrab dengan suara dan wajah Presiden kelima Irak, Saddam Hussein. Presiden yang mengambil alih kepemimpinan di negeri itu dari Ahmed Hassan al-Bakr tahun 1979, selama hampir 3 dekade, mewarnai pemberitaan di Timur Tengah. Bersama pemimpin Libya Moammar Khadafy, Saddam kerap melontarkan kecaman atas hegemoni Amerika Serikat di kawasan kaya minyak itu.

Tentara Yang Meringkus Saddam Hussein Ini Terkenal Di Zamannya. Bagaimana Nasibnya Kini?
Referensi pihak ketiga

Kegeraman negeri Paman Sam mendapat momen yang tepat ketika Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengeluarkan resolusi yang mengultimatum Pemerintah Irak untuk menghentikan produksi senjata pemusnah massal, baik senjata kimia maupun biologi. Pembangkangan Irak menjadi dasar serangan pasukan koalisi yang dipimpin oleh Amerika Serikat, sekaligus memenuhi ambisi untuk meruntuhkan rezim Saddam Hussein yang sudah berlangsung 24 tahun. Hanya dalam hitungan hari, Irak bisa ditaklukkan.

Referensi pihak ketiga

Dimulai sejak masuknya tentara koalisi ke ibukota Baghdad, Saddam memulai hari-hari panjangnya dalam pelarian. Dua anaknya, Uday dan Qusay, serta satu cucunya, Mushtafa, tewas dalam kontak tembak tidak seimbang di sebuah villa di kota Moshul, Juli 2003. Giliran Saddam tiba bulan Desember 2003, saat dia ditangkap hidup-hidup di tempat persembunyiannya di desa Dwar, Tikrit. Tidak ada satu pun pengawal yang melindungi Saddam di sana.

Referensi pihak ketiga

Foto paling spektakuler yang diambil dari penangkapan Saddam adalah yang menggambarkan Jeans Cruz, seorang anggota pasukan khusus Amerika Serikat, SEAL, sedang meringkus Saddam yang dalam posisi berbaring. Foto viral itu membuat Cruz terkenal se-antero dunia. Namanya disebut-sebut sebagai pahlawan Amerika. Banyak pujian disampaikan kepadanya. Dia mendapat sejumlah penghargaan dari negara.

Referensi pihak ketiga

Seiring berjalannya waktu, Saddam kemudian diadili dan dijatuhi hukuman mati. Tahun 2006 Presiden Irak terguling itu menjalani hukuman gantung. Jeans Cruz kembali ke negerinya hingga mencapai masa pensiun. Padahal Cruz masih membutuhkan penghasilan yang cukup untuk menghidupi keluarganya. Puja-puji sebagai pahlawan dan sejumlah piagam penghargaan, ternyata tidak ada gunanya. Cruz mengalami kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan baru.

Referensi pihak ketiga

Banyak pimpinan perusahaan menyatakan, menerima Cruz bekerja di perusahaannya lebih banyak menimbulkan masalah dibandingkan rasa aman. Mereka tidak tertarik melakukannya. Keberadaan Cruz di kantornya bisa meningkatkan ancaman dari para pendukung Saddam Hussein kepada mantan tentara itu. Itu juga berarti ancaman aksi terorisme terhadap perusahaan. Itu sebabnya, para eksekutif menolak memekerjakan Cruz. Sebuah organisasi amal pernah melakukan penghimpunan dana untuk membantu mantan tentara Amerika Serikat itu.


Sumber artikel :

toutiao.com/i6607975173284954627/

Topic:
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot