UC News

Terduga Dalang Kerusuhan Jakarta Ditangkap, Siapa Sangka, Mereka Ternyata

Terduga Dalang Kerusuhan Jakarta Ditangkap, Siapa Sangka, Mereka Ternyata
Referensi pihak ketiga

Kerusuhan yang terjadi pada Rabu, 22 Mei 2019 memang menjadi pemberitaan yang cukup panas kali ini. Sebab dikabarkan ada 6 orang yang tewas dalam kerusuhan tersebut. Dan dari beberapa korban, dikabarkan ada yang tewas karena tertembak peluru tajam.

Sontak ada beberapa pihak yang menuduh polisi telah melakukan penembakan tersebut sehingga memakan korban jiwa. Namun pihak kepolisian sudah mengatakan bahwa mereka tidak menggunakan senjata tajam saat mengamankan massa tersebut.

Referensi pihak ketiga

Lalu jika begitu, siapa yang menembak sehingga memakan korban jiwa?

Akhirnya pelaku pun mulai terungkap. Ya, sebab pihak kepolisian telah menangkap 6 orang atas kepemilikan senjata api. Mengejutkannya, setelah diintrogasi keenam orang tersebut, ternyata senjati api yang mereka gunakan untuk memprovokasi massa agar semakin marah dan menyalahkan aparat kepolisian atau pemerintah.

Hal itu diungkap langsung oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Ya, Tito mengatakan bahwa senjata api yang dimiliki oleh 6 orang tersebut tidak hanya ditujukan kepada aparat, namun juga kepada massa atau pendemo.

Referensi pihak ketiga

"Kalau dari informasi intelijen yang kami terima, senjata-senjata ini mereka pakai di antaranya juga untuk selain kepada aparat, pejabat, juga untuk kepada massa, agar nanti akan timbul martir, alasan membuat untuk publik marah yang disalahkan aparat dan pemerintah," ujar Tito, seperti yang dilansir dari viva.co.id (22/5/19).

Tito melanjutkan bahwa senjata yang sudah diamankan oleh polisi antara lain senjata jenis M4 beserta peredam dan sebuah teropong untuk menembak. Selain itu, 3 dari enam orang yang telah ditangkap juga memegang senjata revolver jenis taurus dan glock mayer 22, beserta peluru hampir 60 butir dalam sebuah dus. 

Referensi pihak ketiga

Dan yang jelas, dari semua orang yang telah ditangkap tersebut mengatakan bahwa senjata itu akan mereka gunakan pada tanggal 22 Mei. Artinya mereka sengaja ingin membuat kerusuhan dan memancing massa agar terpancing amarahnya.

"Pengakuan dari mereka juga sama, akan dipakai pada saat tanggal 22," pungkas Tito.

Artinya dengan penangkapan 6 orang tersebut, membuktikan bahwa penembakan yang terjadi pada 22 Mei 2019 bukan dilakukan oleh kepolisian, melainkan oleh oknum yang menginginkan Indonesia menjadi terpecah belah.

Bagaimana menurut kalian semua?

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot