UC News

Ternyata Psk Yang Digrebek Andre Rosiade Sempat Oral Sex

Ternyata Psk Yang Digrebek Andre Rosiade Sempat Oral Sex
Andra Rosiade. Sumber gambar: google.com

Perempuan PSK berinisial NN yang ikut terjaring razia tempat hiburan malam dan prostitusi di kota Padang oleh anggota DPR RI, Andre Rosiade, mengaku sempat melakukan oral seks kepada pelanggannya sebelum penggerebekan terjadi.

Diketahui, saat penggerebekan NN tengah berada di dalam kamar sebuah hotel berbintang Kota Padang bersama seorang pria. Sementara AS, yang diduga berperan sebagai muncikari ditangkap di lantai 1 hotel tersebut.

Namun, pria yang ditangkap saat berada di salah satu kamar hotel bersama NN belakangan menghilang. Hal itu menimbulkan kecurigaan banyak pihak. Belakangan bahkan berembus kabar kalau pria tersebut merupakan orang suruhan yang dibayar Andre Rosiade untuk menjebak NN.

Dalam sebuah wawancara dengan wartawan laman Covesia, NN mengatakan bahwa ia sama sekali tidak mengenal dan bahkan tidak bertanya mengenai siapa sosok pelanggannya kepada AS, saat sang muncikari mengantarnya hingga ke depan pintu kamar 606 sekitar pukul 14.00 WIB. Sedangkan si pelanggan sudah lebih dulu berada di dalam kamar.

NN juga mengaku sempat berhubungan seksual dan oral seks di kamar mandi dengan pria tak dikenal yang menjadi pelanggannya itu, sebelum akhirnya terjadi penggerebekan oleh Andre Rosiade bersama aparat penegak hukum dan rombongan wartawan.

Perempuan PSK berinisial NN yang ikut terjaring razia tempat hiburan malam dan prostitusi di kota Padang oleh anggota DPR RI, Andre Rosiade, mengaku sempat melakukan oral seks kepada pelanggannya sebelum penggerebekan terjadi.

Diketahui, saat penggerebekan NN tengah berada di dalam kamar sebuah hotel berbintang Kota Padang bersama seorang pria. Sementara AS, yang diduga berperan sebagai muncikari ditangkap di lantai 1 hotel tersebut.

Namun, pria yang ditangkap saat berada di salah satu kamar hotel bersama NN belakangan menghilang. Hal itu menimbulkan kecurigaan banyak pihak. Belakangan bahkan berembus kabar kalau pria tersebut merupakan orang suruhan yang dibayar Andre Rosiade untuk menjebak NN.

Dalam sebuah wawancara dengan wartawan laman Covesia, NN mengatakan bahwa ia sama sekali tidak mengenal dan bahkan tidak bertanya mengenai siapa sosok pelanggannya kepada AS, saat sang muncikari mengantarnya hingga ke depan pintu kamar 606 sekitar pukul 14.00 WIB. Sedangkan si pelanggan sudah lebih dulu berada di dalam kamar.

NN juga mengaku sempat berhubungan seksual dan oral seks di kamar mandi dengan pria tak dikenal yang menjadi pelanggannya itu, sebelum akhirnya terjadi penggerebekan oleh Andre Rosiade bersama aparat penegak hukum dan rombongan wartawan.

"Tiba-tiba ada bel, karena panik, aku ngikutin dia dari belakang. Setelah berpakaian, dia (pelanggan) membuka pintu, aku di belakang dia. Aku nyari handuk tidak ada di situ. Biasanya semua hotel, handuk ada. Kalau ini enggak ada, mau ambil pakaian juga jauh. Ini kok kayak direncanain gitu," kata NN.

"Maksudnya, kalau memang mau menggerebek aku. Begitu ketuk pintu, wartawan ada, aku juga kan enggak bisa lari. Aku juga enggak bisa bohong. Bukti ada, aku enggak bisa bohong," ujarnya.

Ketika pintu akhirnya dibuka, pria yang menjadi pelanggannya diduga kabur dan menghilang, sementara rombongan wartawan yang merangsek masuk ke dalam kamar membuat NN panik hingga membuatnya berlari ke kamar mandi untuk bersembunyi.

"Aku bilang, aku tidak mau keluar jika tidak ada yang ngambil baju. Terus ada kan wartawan perempuan di situ, dia yang ambilin pakaian aku," kata dia.

Dalam keterangannya, NN juga mengaku tidak tahu yang memesannya kepada muncikarinya atas nama Rio, adalah Andre Rosiade. Dia bahkan tidak tahu Andre Rosiade itu siapa. Namun, ia menyesalkan kenapa ia harus sempat melayani nafsu pelanggannya dalam penggerebekan yang direncanakan itu.

"Mengapa harus pakai aku dulu," kata dia.

Sementara dalam keterangannya, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto, mengatakan penggerebekan memang terjadi atas informasi yang diberikan Andre Rosiade. Menurutnya, Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar itu ingin 'membuka mata' Pemerintah Kota Padang dan DPRD Sumbar agar tidak membiarkan polisi bekerja sendiri, melainkan harus bisa bekerja sama.

"Andre ini ingin ikut serta memberantas maksiat tersebut. Ia memancing dan memesan pekerja seks komersial dengan masuk ke aplikasi MiChat melalui akun temannya. Iapun melakukan transaksi dan disepakati harga Rp 800.000 di salah satu hotel di Kota Padang," kata Bayu.

Sumber: www.tagar.id/andre-rosiade/

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot