UC News

Terungkap! Inilah Sejarah Maung Bodas

Terungkap! Inilah Sejarah Maung Bodas
picdeer.org

Dilansir dari sejarah-budaya.com (12/06/19) Salah satu dari pasukan ghoib yang populer hingga saat ini yaitu pasukan ghoib macan putih. Oleh karena itu lah kita sering menemukan banyak gambar maupun lukisan dimana seekor macan putih yang selalu berada disekitar Prabu Siliwangi. Selain itu yang tidak kalah fenomenalnya yaitu pusaka kujang kembar Siliwangi yang juga memiliki keterpautan hubungan dengan macan putih.

Ternyata, keberadaan macan halus tersebut didapatkan usai sang prabu menaklukkannya dalam suatu pertempuran sengit. Diketahui, macan putih yang dimaksud ini adalah raja macan putih bernama Maung Bodas dari dunia ghaib yang memiliki ribuan tentara sejenisnya.

Kisah ini bermula dari ketika Prabu Siliwangi hendak beristirahat di Curug Sawer Majalengka, guna melepas lelah dalam pengembara’annya. Tanpa disangka, sekawanan macan putih ghoib menghadang langkah dan hendak menerkam sang prabu. Namun, karena memang Siliwangi dikenal sangat sakti mandraguna, tidak satupun sekawanan macan itu yang dapat melukainya. Akan tetapi sebaliknya, banyak dari kawanan harimau ghoib itu yang tersungkur dan terluka.

Hingga selanjutnya, Raja dari kawanan macan putih tersebut maju dan terjadilah pertempuran sengit diantara keduanya. Lagi-lagi dengan kesaktiannya, Siliwangi berhasil mengalahkan sang raja ghoib macan putih. Sejak saat itulah Raja Macan Putih dan seluruh pasukannya mengabdikan diri dan bersedia membantu Prabu Siliwangi sang penguasa tanah pasundan, dangan taruhan nyawanya. Dari kesaktian Siliwangi yang pilih tanding ditambah adanya bantuan dunia ghaib inilah, sang Prabu Siliwangi dapat menjadi Raja tersohor di persada tanah pasundan.

Dirasa telah banyak membantu kejayaan Pajajaran, Prabu Siliwangi kemudian, mengukirkan kepala harimau di gagang pusaka kujang miliknya dan menyuruh maung bodas bersemayam di dalam gagang kujang itu. Hal ini mungkin agar kemanapun sang prabu pergi sang macan putih ghoib itu selalu dekat dengannya, sebagaimana kujang pusaka yang selalu dibawanya.

Baru setelah Raja Pajajaran beralih pada tangan Prabu Siliwangi, beliau Prabu Siliwangi menyempurnakan kembali Kujang Pusaka menjadi seperti yang Anda kenal saat ini yaitu, pegangan kujang yang diukir membentuk kepala macan.

Ukiran kepala macan merupakan sebuah bentuk penghormatan Sang Prabu terhadap Macan Putih yang telah senantiasa menjadi pendampingnya untuk membantu menghadapi serangan bangsa-bangsa yang ingin menghancurkan Kerajaan Pajajaran.

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot