UC News

Tim Satelit MotoGP Wajib Berduit, Sewa Motor Sampai Perbaikan Tembus Miliaran

Tim Satelit MotoGP Wajib Berduit, Sewa Motor Sampai Perbaikan Tembus Miliaran

Bos LCR Honda, Lucio Cecchinello, mengaku heran melihat Johann Zarco langsung nyaman mengendarai dengan RC213V versi 2018

Otomotifnet.com - Pada musim MotoGP 2020, hanya akan menjadi dua kategori tim saja yaitu pabrikan dan satelit.

Itu lantaran Avintia Racing yang tahun lalu statusnya tim privateer kini jadi tim satelit setelah Johann Zarco bergabung di tim tersebut.

Namun sebagai tim satelit, tim tersebut tetap harus menyewa motor dan membeli sparepart jika ada kerusakan.

Dilansir dari GPOne.com dari hasil wawancara dengan Christophe Bourguignon yang merupakan teknisi tim LCR Honda, terkuak berapa biaya sewa motor dan biaya suku cadang Honda RC213V.

(Baca Juga: Kisah di Balik Inovasi Tim Ducati MotoGP, Nggak Langsung Pasang, Rapatnya Lama)

LCR Honda merupakan tim satelit Honda dengan pembalap Cal Crutchlow dan Takaaki Nakagami.

Namun sebagai tim satelit, Crutchlow pun memakai motor spek pabrikan yang sama dengan Marc Marquez, tidak ada perbedaan dengan tujuan pengembangan alias riset lebih dalam.

Tetapi seperti diketahui, pembalap Inggris ini kerap kali mengalami crash dalam penampilannya sehingga bisa dibayangkan berapa biaya yang dikeluarkan untuk perbaikan.

"Kami menyewa motor ini, tetapi untuk biaya pengembangan dan teknisi HRC yang ikut dengan kami, sudah termasuk dalam harga tersebut," ucap Christophe Bourguignon.

(Baca Juga: Valentino Rossi Terancam Didepak ke Tim Petronas, Jawabannya Pertengahan 2020)


Bos LCR Honda, Lucio Cecchinello, mengaku heran melihat Johann Zarco langsung nyaman mengendarai dengan RC213V versi 2018

"Secara total, kita bicara tentang 2 juta Euro (Rp 30,7 miliar) untuk dua motor Cal dan termasuk dengan beberapa software," tambahnya.

Menurut Bourguignon, jika motor terjatuh untuk biaya perbaikan bisa berkisar dari 15.000-100.000 Euro atau sekitar Rp 230 juta hingga Rp 2,3 miliar (kurs 1 Euro = Rp 15.379).

Tetapi, belum tentu semua sparepart bisa tersedia jika motor terjatuh dan ingin dengan segera diperbaiki.

Pasalnya sebagai tim satelit, setiap part hanya memiliki beberapa stok saja seperti halnya tangki bahan bakar dan radiator yang hanya ada 5 buah.

(Baca Juga: Valentino Rossi Curhat, Pengin Geber Motor Honda Seperti di Philip Island Lagi)

"Jika saya memesan (ke HRC) ada minimum order dan butuh waktu sekitar 5-6 minggu untuk semuanya siap," aku Bourguignon.

Untuk mengganti piringan rem carbon atau radiator, dibutuhkan biaya 10.000 Euro atau sekitar Rp 153,7 juta.

Rem cakram patut diganti ketika terjatuh di gravel, lantaran takutnya batu dan kerikil bisa merusak piringan tersebut.

"Kamu tidak bisa mengambil resiko dengan membiarkan pembalap melaju di trek yang sentuh kecepatan 300 km/jam dengan rem rusak," jelasnya.

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot