UC News

Wanita Ini Diejek Adik Ipar Karena Lahirkan Anak Perempuan Lagi. 20 Tahun Kemudian

Wanita Ini Diejek Adik Ipar Karena Lahirkan Anak Perempuan Lagi. 20 Tahun Kemudian
Referensi pihak ketiga

Sahabat SP - Sebut saja namaku Selly (nama samaran). Aku menikah dengan Surya (nama samaran) tahun lalu. Surya adalah anak pertama dari dua bersaudara. Surya dan adiknya, Rico (nama samaran), dibesarkan oleh ibu mertuaku karena ayah mertua telah meninggal saat mereka masih kecil.

Namun, Rico sudah menikah terlebih dahulu dan juga telah memiliki dua orang anak laki-laki. Ibu mertua sangat sayang kepada kedua cucunya itu karena ia memang lebih mementingkan cucu laki-laki daripada perempuan. Ibu mertua beranggapan kalau anak perempuan tidak berguna, karena pada akhirnya akan ikut suami. Rico pun merasa sangat bangga karena kedua anaknya adalah laki-laki.

Tiga bulan setelah menikah dengan Surya, aku pun hamil. Namun, saat tahu kalau anak yang kukandung adalah perempuan, ibu mertuaku pun langsung bersikap dingin. Sampai-sampai, sejak masa kehamilan hingga melahirkan, ibu mertuaku tak pernah sekali pun menanyakan keadaanku. Untunglah, suamiku tidak seperti ibu mertua dan Rico. Suryalah satu-satunya orang yang memperhatikan dan membantuku merawat putri kami selama aku di rumah sakit.

Melihat perlakuan Surya terhadapku, Rico justru malah menyindir dan mengejeknya seraya berkata, "Ih abang! Nggak malu yah punya anak cewek? Mau-maunya lagi ngurusin bini?"

Mendengar ucapan Rico demikian, aku pun marah besar. Aku dan Rico ribut besar sampai akhirnya aku mengusir Rico untuk keluar dari kamarku. Aku bersyukur Surya mencintaiku dan putri kami sepenuh hati, tanpa peduli apa yang dikatakan ibu mertua dan Rico. Hal ini membuatku bertekad untuk segera hamil anak kedua dengan harapan bisa memberi anak lelaki bagi Surya. Tapi ternyata takdir berkata lain, aku kembali mengandung anak perempuan.

Referensi pihak ketiga

Aku sempat marah dan kecewa pada diri sendiri karena tidak bisa melahirkan anak laki-laki bagi suamiku. Akan tetapi, bagaimana pun juga mereka adalah darah dagingku sendiri. Akhirnya, aku memutuskan untuk tidak hamil lagi. Aku bertekad untuk mendidik kedua putriku dan membuktikan pada ibu mertua dan Rico kalau anak perempuan dan laki-laki itu setara. Kedua putriku pun tumbuh menjadi anak yang berprestasi di sekolah.

Setelah lulus kuliah, mereka mendapatkan pekerjaan di perusahaan ternama. Kedua putriku mengirimkan uang untuk aku dan suamiku setiap bulan sehingga kami pun tak perlu bersusah payah membanting tulang di hari tua.

Putri pertamaku akhirnya menikah dengan seorang anak kontraktor kaya raya. Di hari pernikahan putriku, Rico hanya bisa bersembunyi di balik tembok sambil meneteskan air mata sambil meratapi nasibnya. Kedua putra Rico sehari-hari hanya tahu minta uang kepada Rico dan menyalahkan ayahnya yang tak kaya sehingga mereka masih belum menikah meski sudah berumur 30 tahun.

Sahabat. Kita memang tidak bisa memilih anak yang kita lahirkan. Namun, kita bisa mendidik anak tersebut agar menjadi orang yang berhasil karena kesuksesan tidak ditentukan oleh jenis kelamin.

Referensi pihak ketiga

Nah, bagaimana menurut sahabat semua? Bila ada pendapat atau masukan silakan tulis di kolom komentar ya. Jangan lupa berikan like & share juga lalu klik ikuti bila menyukai postingan ini. Terima kasih.

Sumber: misterikisah.com dengan sedikit perubahan

Topic: #dan rico
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot