UC News

Bak Angin Segar, Jokowi Ungkap Hasil Penelitian Bahwa Virus Corona Mudah Mati dan Hancur Akibat Suhu Panas di Indonesia: Sangat Menggembirakan!

Bak Angin Segar, Jokowi Ungkap Hasil Penelitian Bahwa Virus Corona Mudah Mati dan Hancur Akibat Suhu Panas di Indonesia: Sangat Menggembirakan!
Bak Angin Segar, Jokowi Ungkap Hasil Penelitian Bahwa Virus Corona Mudah Mati dan Hancur Akibat Suhu Panas di Indonesia: Sangat Menggembirakan!(Instagram Jokowi)

Stylo.ID - Adanya pandemi penyakit yang diakibatkan oleh virus corona kini tengah menjadi momok bagi seluruh masyarakat di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia.

Hingga kini, tercatat8.211 kasus postif corona di Indonesia, dengan 689 orang meninggal dunia, dan 1002 pasien dinyatakan sembuh, seperti yang dilansir Stylo.ID dari Kompas.com.

Nggak cuma Indonesia, seluruh negara di dunia masih pontang-panting memerangi wabah virus corona.

Bahkan para ilmuan, tim medis, dan lainnya tengah berlomba mencari jalan terbaik untuk menghancurkan virus ini.

Mulai dari uji coba vaksin, obat, yang saat ini sedang diusahakan oleh para peneliti yang ada di dunia.

Namun, belum lama ini hasil penelitian dari Amerika Serikat cukup membawa angin segar di tengah kekalutan masyarakat di seluruh dunia.

Bagimana tidak? penelitian tersebut mengatakan virus corona akan sangat mudah hancur ketika terkena suhu panas sinar matahari.

Hal tersebut pun membuat Presiden Joko Widodo cukup bergembira mendengarnya.

"Tadi pagi saya dapat pernyataan dari Pemerintah Amerika Serikat yang menyampaikan hasil penelitian tentang bahwa suhu udara, sinar matahari, dan tingkat kelembapan udara sangat mempengaruh kecepatan kematian virus Covid-19 di udara dan permukaan yang tidak berpori," kata Jokowi dilansir dari Youtubepada Sabtu (25/04/2020).

Jokowi juga mengatakan, maka semakin tinggi tempratur, kelembapan, dan juga paparan sinar matahari langsung, akan membantu membunuh virus corona dengan cepat dan mudah.

"Semakin tinggi tempratur, semakin tinggi kelembaban, dan adanya paparan langsung sinar matahari, akan terus memperpendek masa hidup virus Covid-19 di udara dan di permukaan yang tidak berpori," tambah Jokowi.

Jokwi juga menyatakan, kabar dari penelitian tersebut merupakan kabar yang menggembirakan bagi Indonesia.

Pasalnya, Indonesia berada di garis khatulistiwa sehingga banyak mendapatkan sinar matahari langsung.

Hal tersebut sangat mendorong kemungkinan bahwa virus tersebut akan mudah terbunuh.

"Berita ini sangat menggembirakan kita, karena kita hidup di alam tropis yang panas, yang udaranya lembab dan kaya sinar matahari," jelas Jokowi.

Tak hanya mengandalkan suhu panas, Jokowi juga menghimbau agar masyarakat senantiasa menjalankan protokol kehidupan yang sehat dan bersih untuk sama-sama memerangi wabah virus corona. (*) Justina Stylo.

Penulis: Shinta Dwi Ayu

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot