UC News

Berdalih Kerjakan Tugas Sekolah, Belasan Remaja Malah Jadi Begal dan Hasil Kejahatan Buat Beli Miras

Berdalih Kerjakan Tugas Sekolah, Belasan Remaja Malah Jadi Begal dan Hasil Kejahatan Buat Beli Miras
Sebanyak 14 anak yang tergabung dalam komplotan Geng Donki digiring saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (13/1/2020). - Tribun Bali/Putu Candra

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Sebanyak 14 anak yang tergabung dalam komplotan Geng Donki diadili di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (13/1).

Para terdakwa anak itu diadili lantaran diduga melakukan aksi pembegalan di sejumlah tempat di seputaran Denpasar.

Didampingi masing-masing orangtuanya dan lembaga perlindungan anak, belasan terdakwa anak itu menjalani sidang secara maraton serta digelar secara tertutup.

Mereka adalah IGK (17), DPP (17), MRS (16), IKD (16), RPS (16), KAB (15), GYP (15), GM (15), SAS (15), DKP (14), KA (14), IGM (14), WPP (14), dan KBM (13).

Sidang yang dipimpin hakim tunggal Dewa Budi Watsara dibagi menjadi enam berkas.

"Tadi sidangnya digelar maraton. Diawali dengan pembacaan surat dakwaan, enam berkas dari lima tempat kejadian perkara.

Setelah itu dilanjutkan dengan pemeriksaan keterangan para korban, pihak kepolisian.

Terakhir sidangnya pemeriksaan para terdakwa," ujar Aji Silaban, anggota penasihat hukum dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar.

Dalam sidang pemeriksaan para terdakwa anak, dikatakan Aji kesemua terdakwa anak tidak menyangkal perbuatannya alias mengaku.

Pun dihadapan hakim, kata Aji, para terdakwa anak langsung meminta maaf kepada para korban.

"Mereka mengakui perbuatannya dan telah meminta maaf kepada para korban. Para korban juga sudah memaafkan," jelasnya.

Usia menjalani sidang maraton, sidang akan kembali dilanjutkan pada Senin pekan mendatang.

Sidang pekan mendatang akan dilanjutkan dengan agenda pembacaan surat tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Santiawan.

"Senin tanggal 17 Pebruari agendanya sidangnya pembacaan surat tuntutan dari jaksa," papar Aji.

Sebagaimana surat dakwaan, jaksa mendakwa para terdakwa anak itu dengan alternatif. Yakni Pasal 363 atau Pasal 365 KUHP.

Geng Donky melakukan aksi pembegalan di beberapa tempat di seputaran Denpasar.

Dari 14 anak, dua anak yang tidak ditahan karena masih berumur 13 tahun dan satu lagi kondisi sakit.

Sisanya ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kerobokan, Badung.

Geng Dongki Diciduk Polisi

Mencuatnya kasus begal cilik berhasil dibongkar oleh aparat kepolisian Polresta Denpasar.

Kejahatan jalanan atau begal yang dilakukan 14 anggota Geng Donki sudah terjadi di lima lokasi berbeda.

Meski masih berusia kisaran 13 tahun hingga 17 tahun, mereka terbilang nekat.

Awalnya, mereka meminta izin kepada orangtuanya berdalih buat tugas di rumah teman.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan mengatakan aksi mereka memepet korban lalu merampas barang korban.

Sementara annggota geng lainnya dan ada yang memukul korbannnya.

"Aksi mereka ini merampas dan tidak segan-segan memukuli korban lalu merampas barang berharga korban. Usai merampas mereka lalu kabur dan selanjutnya membagi hasil curian," ujar Ruddi Setiawan, Jumat (24/1/2020).

Polresta Denpasar telah menerima lima laporan pada Januari 2020.

Korban yang melapor di antaranya Moch Rokip (24) dipepet kawanan Geng Donki di Jalan Gatot Subroto Tengah depan Minimarket SE Denpasar.

Ia menjadi korban pembegalan pada sehari sebelumnya.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 02.00 Wita dan barang yang dirampas yaitu handphone Xiaomi Redmi yang ada di dalam tas.

Rokip mengaku dipepet kurang lebih sembilan orang.

Ia kemudian dipukul di bagian mulut.

Korban kedua, Lalu Muladi (35) yang tinggal di Kerobokan.

Ia dibegal di Jalan Buluh Indah Denpasar Barat, pada hari Kamis (23/1/2020) pukul 04.25 Wita.

Geng Donki merampas ponsel, KTP, SIM, STNK sepeda motor Honda Scoopy dan uang tunai Rp 25 juta.

Selanjutnya Imam Basori (32).

Ia dibegal di Jalan Buluh Indah depan Marmer Jaya Denpasar pada hari Minggu (19/1/2020) pukul 02.00 wita. Dompetnya serta HP Samsung C19 dirampas.

kemudian Deni (40) mengalami hal serupa di Jalan Raya Teuku Umar Barat depan Toko Sandal Popits pada hari Sabtu (18/1/2020) pukul 04.00 Wita.

Barang yang ia bawa seperti ponsel, tas dan uang tunai Rp 757 ribu dirampas.

Terkahir Darius Garis Tfuakani (31) dibegal di Jalan Batanta Dauh Puri Kauh, Denpasar pada hari Kamis (26/12) pukul 02.30 Wita. Para geng bengis itu merampas tas dan ponselnya.

"Hasil kejahatan dibagi oleh mereka dan ada juga untuk dipakai membeli minuman keras," tambahnya.

Para pelaku yang berhasil tertangkap adalah IGKMP (17), DPP (17), MRS (16), IGBRPS (16), KAB (15), IGYP (15), SAS (15), JDKP (14), IGM (13), IPBWPP (14) asal Kuta Utara, Badung.

Kemudian tersangka lainnya IGKD (16), GM (15), KA (13), KBM (13) merupakan pelajar yang tinggal di Denpasar.

Dari semua anggota geng, hanya satu orang yang putus sekolah.

Polresta Denpasar dan Satgas CTOC Polda Bali juga mengamankan delapan unit sepeda motor yang digunakan para pelaku.

Di antaranya tiga sepeda motor Yamaha Nmax, satu Yamaha Lexy, tiga Honda Scoopy dan satu Honda Beat.

"Mereka kami jerat pasal 363 KUHP dengan ancaman paling lama tujuh tahun dan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan ancamannya paling lama sembilan tahun penjara," ujarnya.

Hasil kejahatan dibelikan

Aksi kejahatan jalanan atau begal yang dilakukan geng Donki beberapa hari terakhir dan menyasar di lima lokasi berbeda, terbilang nekat.

Pasalnya, mereka masih berusia belasan tahun, mulai dari 13 hingga 17 tahun, sebanyak 14 orang.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan mengatakan aksi mereka memepet korban lalu merampas dan ada yang memukul korbannnya.

"Aksi mereka ini merampas dan tidak segan-segan mukuli korban lalu merampas barang berharga korban, usai merampas mereka lalu kabur dan selanjutnya membagi hasil curian," ujar Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan, Jumat (24/1/2020).

Berdasarkan hasil laporan kepolisian Polresta Denpasar pada tanggal 20 Januari 2020 tentang tindakan pidana pencurian, ada lima laporan yang diterima pihak SPKT.

Korban yang melapor diantaranya Moch Rokip (24) dipepet kawanan geng Donki di Jalan Gatot Subroto Tengah depan Minimarket SE Denpasar.

Ia menjadi korban pada hari Minggu (19/1/2020) sekitar pukul 02.00 Wita dan barang yang dirampas yaitu handphone Xiaomi Redmi yang ada didalam tas, Rokip pun mengalami kerugian sebesar Rp 1,8 juta.

Moch Rokip mengatakan ia mengaku dipepet kurang lebih 9 orang dan ia sempat dipukul oleh seorang dibagian mulut.

Lalu Muladi (35) yang tinggal di Kerobokan, dibegal di Jalan Buluh Indah Denpasar Barat, pada hari Kamis (26/1/2019) pukul 04.25 Wita.

Dari aksi geng Donki, korban Muladi alami kehilangan hp Asus, KTP, SIM, STNK sepeda motor Honda Scoopy dan uang tunai Rp 25 juta, ia pun alami kerugian Rp 28 juta.

Selanjutnya Imam Basori (32) juga dirampas di Jalan Buluh Indah depan Marmer Jaya Denpasar pada hari Minggu (19/1/2020) pukul 02.00 Wita.

Akibatnya ia mengalami kehilangan dompet berisi kartu berharga dan HP Samsung C19 dengan total kerugian Rp 300 ribu.

Deni (40) yang mengalami hal serupa di Jalan Raya Teuku Umar Barat depan Toko Sandal Popits pada hari Sabtu (18/1/2020) pukul 04.00 Wita.

Korban Deni pun mengalami kerugian sebesar Rp 2,7 juta karena kehilangan handphone OPPO A71, tas fosil, uang tunai Rp 757 ribu

Serta Darius Garis Tfuakani (31) yang dibegal di Jalan Batanta Dauh Puri Kauh, Denpasar pada hari Kamis (26/12/2019) pukul 02.30 Wita.

Ia kehilangan tas, handphone Oppo dan mengalami kerugian sebesar Rp 2,7 juta.

"Hasil kejahatan dibagi oleh mereka dan ada juga untuk dipakai membeli minuman keras. Kerugian yang dialami korban total ada 38 juta," tambahnya.

Sementara itu, pelaku yang berhasil tertangkap yakni berinisial IGKMP (17), DPP (17), MRS (16), IGBRPS (16), KAB (15), IGYP (15), SAS (15), JDKP (14), IGM (13), IPBWPP (14) asal Kuta Utara, Badung.

Kemudian tersangka lainnya IGKD (16), GM (15), KA (13), KBM (13) merupakan pelajar yang tinggal di Denpasar, Bali.

Selain menangkap para pelaku, kepolisian Polresta Denpasar dan Satgas CTOC Polda Bali juga mengamankan delapan unit sepeda motor yang digunakan para pelaku.

Dintaranya tiga sepeda motor Yamaha Nmax, satu Yamaha Lexy, tiga Honda Scoopy dan satu Honda. (TribunBali.com)

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot