UC News

Cuma Pakai 1 Lampu & Kipas, Kakek Ini Kaget Ditagih Biaya Listrik Rp259 M. Ternyata

Sahabat UCers, pernah membayangkan mendapat tagihan listrik dengan nominal fantastis mencapai ratusan miliar rupiah? Mungkin kita akan merasa shock sampai nyaris pingsan.

Kira-kira seperti itulah perasaan kakek Shamim berusia 80 tahun ini. Ia tinggal di rumah kecil di Uttar Pradesh, India, dengan alat elektronik terbatas. Satu-satunya cahaya di rumahnya yang kecil berasal dari satu buah bohlam dengan watt kecil, ia juga menggunakan sebuah kipas angin jadul untuk menghalau panas.

Dengan semua keterbatasan itu ia menerima tagihan listrik yang sangat tak masuk akal, 1,28 ribu Rupee atau setara Rp 259 milyar.

Kakek Shamin dan istrinya tentu terkejut tak berdaya. Terlebih listrik di rumahnya seketika diputus sampai ia bisa membayar tagihan tersebut.

Cuma Pakai  1 Lampu & Kipas, Kakek Ini Kaget Ditagih Biaya Listrik Rp259 M. Ternyata
Referensi pihak ketiga

Melansir Toutiao, Shamim sudah berusaha menjelaskan hal ini kepada biro pemberdayaan listrik. Alih-alih mendapat kejelasan ia justru diminta segera melunasi tagihan tak masuk akal tersebut.

Shamin nyaris hilang akal, tak ada yang mau mendengarkan keluhannya, dan di atas semua itu ia tak akan pernah sanggup membayar tagihan dengan jumlah mengerikan tersebut.

Setelah pontang panting mengajukan keluhan tanpa solusi, kisah Shamim mulai terendus media, dan departemen kelistrikan kemudian baru menyatakan bahwa terdapat beberapa kesalahan teknis, dan pihaknya akan segera memperbaiki tagihan tersebut.

Rupanya kasus Shamin bukanlah satu-satunya, di tahun 2017 seorang pria dengan penggunaan 3 kipas, 3 lampu, dan TV mendapat tagihan setara Rp 76 triliun. Lalu seorang warga di Aurangabad Jagannath Nehaki Sherk, juga dia menerima tagihan 864.000 rupee atau sekitar Rp 170 juta. Sayangnya, sebelum kesalahan 'teknis' diperbaiki, dia lebih dahulu bunuh diri.


Sahabat UCers, pemerintah tidak seharusnya membiarkan sebuah kesalahan'teknis' berlarut-larut hingga menyebabkan masyarakat putus asa dan memilih bunuh diri. Syukurnya kakek Shamim tetap berjuang menuntut keadilan, jika lemah bisa jadi nasibnya tak kalah menyedihkan.

Setiap negara tentu memiliki kisah sedihnya masing-masing, namun dari peristiwa ini seyogianya kita bisa mengambil hikmah, khususnya para aparatur pemerintah agar lebih memperhatikan kepentingan masyarakat.

---

Sumber Referensi:

Intisari.grid.id



READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot