UC News

Diikat Tali Tambang dan Ditendang Kemaluannya, Mahasiswa Unitas Tewas Dianiaya 3 Kakak Kelas!

Diikat Tali Tambang dan Ditendang Kemaluannya, Mahasiswa Unitas Tewas Dianiaya 3 Kakak Kelas!

Polisi melakukan reka ulang kasus tewasnya mahasiswa Universitas Taman Siswa (Unitas) Palembang, Sumatera Selatan bernama Muhammad Akbar saat menjalani diksar Menwa, Senin (11/11).

Hasil reka ulang ini menemukan fakta jika Akbar tewas setelah dianiaya 3 kakak kelasnya. Akbar pun sempat menjalani penyiksaan seperti diikat tali tambang dan ditendang kemaluannya.

Berikut laporan lengkap kasus kematian mahasiswa Unitas yang dianiaya kakak kelas!

Polisi gelar reka ulang kasus penganiayaan mahasiswa Unitas

www.tribunnews.com

Dilansir dari Kompas.com, Selasa (12/11), Reka ulang adegan penganiayaan mahasiswa Unitas dilakukan dengan mengundang jaksa penuntut dari Kejari Ogan Ilir.

Dalam reka adegan itu juga terlihat ada 3 tersangka yang merupakan kakak kelas korban dan puluhan saksi yang berasal dari peserta maupun panitia diksar Menwa.

Baca Juga: Demi Redam Aksi Masa, Kapolsek ini Rela Bersimpuh Memohon Ampun, Videonya Viral!

Tiga orang tersangka sendiri diketahui bukan berasal dari universitas yang sama dengan korban melainkan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Palembang. Mereka bernama R, IS, dan KI.

Saat reka ulang dilakukan, ketiga tersangka terlihat jelas melakukan tindak kekerasan pada Akbar dengan melakukan pemukulan dan tendangan.

Bahkan, salah satu tersangka dengan sengaja menendang alat kelamin korban sehingga Akbar terguling kesakitan.

Akbar juga sempat diikat menggunakan tali tambang oleh salah satu tersangka saat melakukan aktivitas diksar Menwa tersebut.

Baca Juga: Mahasiswa Ilmu Syariah UIN Terobsesi Bikin Video Porno, Nekat Pasang GoPro di Toilet Cewek!

Namun, pelaku yang mengikat korban menjelaskan jika tindakan tersebut merupakan salah satu cara untuk meluruskan kaki korban yang keram.

“Dari rangkaian kegiatan yang sama-sama kita saksikan, kita bisa melihat gambaran fakta real di lapangan,” ucap Kapolres Ogan Ilir AKBP Imam Tarmudi.

Tersangka penganiayaan bisa bertambah

koransn.com

Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Malik Fahrin menjelaskan jika jumlah tersangka bisa bertambah jika melihat proses reka ulang yang menunjukkan fakta penganiayaan mahasiswa Unitas hingga tewas.

Baca Juga: 4 Kejanggalan Kasus Kematian Akbar Alamsyah

“Kemungknan tersangka bertambah iya, tapi berapa jumlahnya belum bisa kami sampaikan. Dari rekonstruksi ini kita dapat gambaran,”

Memang dari hasil reka ulang, selain tiga mahasiswa yang sudah ditetapkan jadi tersangka. Ada sejumlah panitia yang juga turut melakukan kekerasan saat diksar Menwa hingga memicu tewasnya Akbar pada 16 Oktober 2019 lalu.

Adanya kekerasan dalam dunia pendidikan di Indonesia memang masih jadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah.

Hal ini tidak lepas dari masih terus dilakukannya budaya perpeloncoan dan kekerasan baik itu di tingkat sekolah maupun perguruan tinggi.

Semoga kejadian penganiayaan yang menewaskan mahasiswa Unitas Palembang ini jadi noda merah terakhir dalam dunia pendidikan Indonesia.

Para pelaku juga diharapkan mendapatkan hukuman setimpal sehingga bisa memberikan efek jera bagi siapa saja di masa depan.

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot