UC News

PT Bahana Prima Garap Revitalisasi Monas: Alamat Pabrik Tahu, Kantor Virtual, Dibela Pemprov

PT Bahana Prima Garap Revitalisasi Monas: Alamat Pabrik Tahu, Kantor Virtual, Dibela Pemprov
Kolase Lokasi Kantor PT Bahana Prima Nusantara dan Monas - KOMPAS.COM/DEAN PAHREVI/CYNTHIA LOVA)

TRIBUNJAKARTA.COM- Revitalisasi monas menjadi sorotan terkait alamat perusahaan pemenang tender revitalisasi Monas, PT Bahana Prima Nusantara.

Setelah ditelusuri, PT Bahana Prima Nusantara disebut beralamat di perusahaan pembuat tahu.

Walau demikian, alamat tersebut dianggap tidak menjadi soal.

Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta Heru Hermawanto mengatakan yang penting bisa kerja.

Simak ringkasnannya

1. PSI sebut alamat kontraktor alamat perusahaan tahu

Kontraktor pemenang tender revitalisasi kawasan Monas, yakni PT Bahana Prima Nusantara, tengah menjadi sorotan publik.

Hal itu berawal dari anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Justin Adrian Untayana yang mempertanyakan pemenang tender proyek tersebut.

Justin menyatakan, kontraktor itu tidak meyakinkan setelah menelusuri alamat perusahaan tersebut yang berada di Jalan Nusa Indah Nomor 33, RT 001 RW 007, Ciracas, Jakarta Timur, melalui Google Maps.

Selain menelusuri melalui Google Maps, Justin sudah mendapatkan konfirmasi dari pengurus PSI di tingkat kecamatan terkait keberadaan kantor perusahaan kontraktor itu.

"Malah ada yang bilang itu adanya pabrik tahu di situ usahanya. Mereka (DPC PSI Ciracas) sudah cek ke lapangan juga, memang mereka enggak melihat adanya aktivitas perusahaan kontraktor di sana," kata Justin saat dihubungi, Selasa (21/1/2020).

2. Begini fakta di lapangan

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, alamat kantor PT Bahana Prima Nusantara sebagaimana yang ditelusuri Justin memang benar berada di Jalan Nusa Indah Nomor 33, RT 01 RW 07, Ciracas, Jakarta Timur.

Namun, alamat itu tertuju pada bangunan jasa Virtual dan Sewa Kantor Cahaya 33.

Di dalam bangunan dua lantai itu terdapat sejumlah ruangan. Pengelola Virtual dan Sewa Kantor Cahaya 33 Sri Sudarti mengatakan, perusahaan yang menyewa kantor di tempat yang dikelolanya bukan hanya kontraktor pemenang tender tersebut.

Setidaknya terdapat 25 perusahaan yang berkantor di tempat tersebut. Adapun pegawai kontraktor tidak berada di lokasi.

"(PT) Bahana Prima (Nusantara) sewa kantor di sini. Kenapa sewa? Karena berhubungan dengan surat-menyurat perizinan. Kan zonasi perkantoran itu memang harus ada di zona perkantoran. Kebetulan dia kantornya tidak di zona perkantoran sehingga dia sewa di sini," kata Sri di lokasi.

Sri menambahkan, kontraktor tersebut sudah menyewa kantor di tempat yang dikelolanya sejak 2014.

Pegawai kontraktor tidak setiap hari berada di kantor tersebut.

"Nah, saya sebagai manajemen untuk mengelola persewaan itu. Kalau untuk (internal) Bahana-nya sendiri aku enggak tau," ujar Sri.

"(Sewa) Untuk perizinan, misalnya di Pondok Indah, kalau di perumahan ada kantor tidak boleh, harus kantor berada di zona kantor. Mungkin dia dulunya zona rumah sehingga harus surat mulai dari domisili, NPWP, TDP, SIUP, NIB itu harus di zona yang memang zona perkantoran, sehingga dia sewa di zona perkantoran supaya suratnya terbit," lanjut Sri.

Sementara itu, alamat kantor utama PT Bahana Prima Nusantara berada di Jalan Letjend Suprapto, Jakarta Pusat.

3. Tanggapan Pemprov DKI

Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta Heru Hermawanto angkat bicara soal keraguan Fraksi PSI terhadap perusahaan pemenang tender revitalisasi Monas.

Menurutnya, PT Bahana Prima Nusantara selaku kontraktor revitalisasi Monas merupakan perusahan yang kredibel dalam menjalankan proyek tersebut.

Pasalnya, perusahaan yang beralamat di Jalan Nusa Indah Nomor 33, Ciracas, Jakarta Timur itu memiliki rekam jejak baik dalam menjalankan berbagai proyek pembangunan milik pemerintah.

Salah satunya ialah pembangunan Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar) yang sangat megah dan indah.

"Kontraktornya pernah membangun di Masjid Agung Sumbar dan pekerjaannya saya kira bagus," ucapnya, Selasa (21/1/2020).

Meski awalnya sempat ragu dengan kontraktor tersebut, namun Heru menepis anggapan tersebut setelah melihat berbagai proyek yang dibangun oleh PT Bahana Prima Nusantara.

"Kalau kontrak abal-abal bisa dilihat pekerjaannya benar atau tidak," ujarnya di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat.

"Tadinya memang pertama agak meragukan, tapi ternyata bagus perkejaannya," tambahnya menjelaskan.

Untuk itu, Heru meminta kejanggalan soal alamat PT Bahana Prima Nusantara tidak dibesar-besarkan.

Pasalnya, ia menganggap, kontraktor tersebut memiliki kredibilitas untuk menjalankan proyek revitalisasi Monas.

"Masalah kontraktor yang penting coba lihat pekerjaannya dapat berjalan atau tidak. Menurut saya faktanya seperti itu," tuturnya.

4. Apa itu virtual office?

PT Bahana Prima Nusantara jadi sorotan. Ini karena perusahaan pemenang proyek senilai Rp 71,3 miliar ini berkantor di virtual office di Jalan Nusa Indah Nomor 33, RT 01 RW 07, Ciracas, Jakarta Timur.

Lalu, sebenarnya apa itu virtual office?

Sekjen Perhimpunan Pengusaha Jasa Kantor Bersama Indonesia ( PERJAKBI) Hadi Nainggolan, mengatakan virtual office merupakan penyediaan ruang kantor dengan konsep kantor bersama.

Artinya, dalam satu virtual office, ada banyak perusahaan menggunakan space kantor tersebut secara bersama-sama.

Pertimbangan biaya yang lebih efisien jadi pertimbangan utamanya.

Ini karena rata-rata tenant virtual office bergerak di sektor usaha yang tak banyak membutuhkan ruang untuk operasionalnya.

Namun di sisi lain, perusahaan butuh kantor fisik untuk menunjang keberadaan bisnisnya.

" Virtual office itu sebuah revolusi cara berkantor. Legalitas dan kedudukannya sah, diatur regulasi. Yang membedakan hanya fungsinya, karena itu yang dibutuhkan," jelas Hadi kepada Kompas.com, Selasa (21/1/2020).

Dia mencontohkan, meski tidak melakukan kegiatan operasional sebagaimana perusahaan di kantor konvensional, penyewa virtual office tetap membutuhkan kantor fisik untuk surat menyurat, telepon, hingga ruang rapat di saat-saat tertentu.

"Misal saya sewa virtual office, saya dapat ruang untuk melakukan meeting, kantor virtual bisa terima surat, kalau ada telepon kita bisa langsung forward ke tenant bersangkutan," ungkap Hadi yang juga owner virtual office Graha Inspirasi ini.

Dijelaskan Hadi, virtual office biasanya banyak membantu pengusaha-pengusaha kecil dan pemula.

Selama ini mereka kesulitan finansial untuk menyewa ruang kantor sesungguhnya, apalagi di kawasan Jakarta.

Skema virtual office layaknya kantor bersama, alasannya banyak pelaku usaha khususnya sektor kreatif tidak membutuhkan ruang kantor untuk pekerjaannya, namun membutuhkan domisili agar bisa mendirikan perusahaan yang berbadan hukum.

Perusahaan yang banyak membutuhkan virtual office seperti startup, programmer, developer aplikasi, jasa fotografer, dan industri kreatif lainnya.

Opsi menyewa perkantoran, apalagi di Jakarta, tentunya akan sangat memberatkan pelaku usaha kreatif tersebut.

"Mereka kan kerjanya di luar, tidak terlalu membutuhkan kantor. Bisa kerja di mana saja, misal pekerjaannya bisa dilakukan dari rumah. Itu kenapa virtual office itu suatu kebutuhan dalam revolusi perkantoran saat ini," kata Hadi.

"Banyak pengusaha muda rintis usaha kreatif, modalnya sedikit, dengan virtual office itu sangat membantu, apalagi bagi pengusaha pemula. Saya ibaratkan, kalau dia harus sewa kantor, untung juga belum, tapi harus bayar mahal buat space kantor. Jadi virtual office sangat membantu," terangnya lagi. (Kompas.com/TribunJakarta)

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot