UC News

Setelah Saddam Hussein Dieksekusi Gantung, Dua Negara Kecil Ini Tunjukkan Reaksi Berbeda!

Presiden Irak Saddam Hussein, adalah momok bagi Amerika Serikat. Kepemimpinannyan di antara negara-negara di Timur Tengah, dikhawatirkan bisa mengahancurkan hegemoni kekuasaan Amerika Serikat di kawasan yang kaya minyak tersebut. Karena itu, siapapun Presidennya, negeri Paman Sam selalu berupaya menjatuhkan Saddam Hussein dari kursi orang nomoe satu di Irak.

Setelah Saddam Hussein Dieksekusi Gantung, Dua Negara Kecil Ini Tunjukkan Reaksi Berbeda!
Referensi pihak ketiga

Saddam Hussein melakukan blunder dengan menyerang negeri tetangganya yang menjadi sekondan Amerika Serikat, Kuwait. Hal itu menyulut campur tangan negeri George Bush tersebut. Tanpa banyak cing-cong, Bush pun memerintahkan pasukannya membombardir Baghdad. Walau tidak bisa menggulingkan kekuasaan Saddam, setidaknya Bush mampu mengukur kekuatan militer Irak.

Tahun 2003, atas dasar resolusi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) terkait senjata kimia dan biologi pemusnah massal, Amerika Serikat dan sekutunya menyerang Irak. Hanya dalam waktu beberapa hari saja, Irak berhasil dikuasai. Jumlah tentara Irak yang cukup banyak ditambah dengan armada persenjataannya yang besar, ternyata tidak bisa seluruhnya dipergunakan, karena banyaknya kendala. Irak takluk. Saddam Hussein dan keluarganya pun buron.

Dalam pelarian, Saddam Hussein bagaikan menghitung hari. Dua anak dan satu cucunya tewas di tangan pasukan khusus Amerika Serikat. Bulan Desember 2003, giliran persembunyiannya digeruduk pasukan tersebut. Saddam ditangkap tanpa ada satu pun pengawal di sisinya. Lalu Saddam pun menjalani masa penahanan, sambil menjalani persidangan atas kasus kejahatan kemanusiaan semasa dirinya menjadi Pesiden Irak.

Seperti sudah diperkirakan, pengadilan yang digelar Pemerintah Sementara Irak menjatuhkan hukuman gantung atas diri Saddam. Eksekusi pun dilakukan, setelah ajuan banding pengacara Saddam ditolak Mahkamah Agung negeri itu. Tepat di hari Idul Adha tahun 2006, Saddam menjalani hukuman gantung.

Tewasnya Saddam di tiang gantungan, disambut gembira oleh Israel, yang menganggap Irak di bawah kepemimpinan Saddam sebagai musuh terbesar. Negeri kecil yang menjadi sekutu abadi Amerika Serikat itu, berkali-kali dihantam rudal Irak. Sebaliknya dilakukan oleh Libya, yang dipimpin oleh Moammar Khadafy. Negeri kecil yang kaya minyak di Afrika Utara itu memerintahkan seluruh rakyatnya mengibarkan bendera setengah tiang selama 3 hari, guna menghormati kematian orang yang dianggap sebagai pahlawan bagi bangsa Arab di Timur Tengah.


Sumber artikel :

toutiao.com/a6479922903931421198/

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot