UC News

Si Istri Jadi PNS Usai Disumpahi Suaminya seperti ini

Malam itu BM dan istrinya terlibat pertengkaran mulut lagi. Pemicunya tak jauh dari permasalahan ekonomi. BM yang hanya seorang petugas kebersihan dinilai tak cakap mencari uang. Kondisi keuangan rumah tangga mereka selalu gali lobang tutup lobang. Melompat ke sana kemari mencari pinjaman untuk melunasi pinjaman yang lain.

"Sampai kapan hidup kita kayak gini terus? Capek mas. Sudah gaji kecil, ditambah nahan malu karena status kerjamu itu loh tukang sapu. Aku malu mas sama teman-teman!" Teriak si istri sambil membanting piring plastik.

BM yang awalnya berusaha kuat untuk sabar jadi terpancing juga. Terbawa energi nagatif yang dipancarkan si istri. Dia sudah tak mampu lagi bersabar. Hingga terjadilah perang mulut.

Sampai puncaknya si istri mengemasi pakaian dan bilang mau pulang ke rumah orang tua. "Stress aku tinggal di petak sempit ini. Aku mau balik kampung. Anak aku bawa." Tuturnya sambil mengemasi pakaian.

BM naik pitam, amarahnya sudah di ubun-ubun. Nalurinya ingin berkata kasar. Tetapi otaknya masih sadar. Sehingga terlontarlah kata-kata bernada tinggi bak emak maling kundang melafalkan kutukan. "Aku sumpahi..." Bibirnya terhenti.

"Mau disumpahi apa? Sumpahi saja. Dasar buruk sikapmu." Balas si istri.

"Iya, aku sumpahi kamu. Demi Tuhan aku sumpahi kamu jadi PNS!" Teriak BM sampai terdengar ke tetangga-tetangga sekitar rumah.

Hati istri yang lagi kesal seketika berubah ada yang aneh. Terdengar janggal. "Ah tambah gak jelas kamu. Ya sudah aku amin-i saja." Ucap si istri sambil melangkah ke luar pintu.

Mereka pun terpisah rumah tetapi tidak bercerai. Beberapa kali dalam sebulan masih berinteraksi lewat telpon. Dalam hati mereka masing-masing sebenarnya ada rasa menyesal dan masih ada rasa cinta yang cukup besar. Tetapi keduanya masih gengsi untuk mengucap maaf lebih dulu.

*satu tahun kemudian.

Sore itu BM sangat kangen dengan anaknya. Mau video call tapi tidak diangkat-angkat. Dia hanya punya satu foto kenangan yang dibingkai spesial. Foto itu dilihat terus. Hati BM makin pilu, terlarut dalam kerinduan yang mendalam.

Saat sedang kangen-kangen beratnya itulah tak disangka si istri berdiri di bingkai pintu bersama si kecil yang baru bisa berjalan. BM mengusap mata berulang kali dan mencubit pipi untuk memastikan apa yang dilihatnya bukan mimpi.

"Yah Ayah." Ucap si kecil sambil melangkah pelan terhuyung-huyung menjaga kesimbangan. Beberapa langkah lagi mendekati BM langkah si kecil hampir terjatuh, BM langsung menyambar dan memeluk erat buah hatinya. Dia tak mampu menyembunyikan air mata bahagia.

"Maafkan saya mas." Ucap si istri. BM amat tesentuh dan tentu saja memaafkan istrinya. Terlebih dirinya sendiri merasa bersalah. "Lihat seragam cokelat ini mas. Sekarang aku sudah jadi PNS. Bisa jadi karena sumpahmu mas." Ucap si istri tersenyum geli.

Si Istri Jadi PNS Usai Disumpahi Suaminya seperti ini
Sumber ilustrasi cewek pakai baju Pns: tribunnews.com

Saat malam hari mereka melepas rindu dan berjanji untuk selalu hidup bersama sampai tutup usia. Mereka pun hidup bahagia. Terlebih saat BM juga sukses menjadi pengusaha bakso di kota seribu angkot.


Duhai sobat pembaca. Kisah di atas memang fiksi. Namun hendaknya kita petik hikmah:

  • Dalam kondisi marah sekalipun kita harus bisa menjaga kata-kata yang diucap. Kata-kata bisa menjelma doa dan didengar olah Yang Maha Mendengar.
  • Kunci keutuhan hubungan adalah komunikasi. Sekalipun sedang bertengkar dan tinggal tak serumah, teruslah jalin komunikasi yang baik karena itu lah gerbang perdamaian.
  • Jangan gengsi minta maaf. Minta maaf duluan bukan berarti kita rendah, tetapi itu pertanda kita punya level kepribadian di atas rata-rata.

Sumber: Terinspirasi dari kejadian nyata yang pernah penulis baca

Sumber inspirasi lainnya: tribunnews.com, dalamislam.com, quora.com

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot