UC News

Sindir UAS, Deddy Corbuzier Minta Maaf: Saya Menyesal Mualaf? Sakit Mendengarnya!

Sindir UAS, Deddy Corbuzier Minta Maaf: Saya Menyesal Mualaf? Sakit Mendengarnya!
Deddy Corbuzier dan Ustad Abdul Somad (sulselekspres.com)

Slidegossip.com - Nama Deddy Corbuzier kembali jadi sorotan terkait komentarnya di Twitter yang diduga menyentil Ustad Abdul Somad (UAS) terkait lambang palang merah yang mirip salib di mobil ambulance.

Seperti dilansir dari viva.co.id (21/8/2019), UAS memang sedang menghadapi polemik soal pelaporan dirinya ke Polda karena isi ceramahnya yang dinilai sudah melecehkan agama Kristen.

Isi ceramah UAS itu sontak menyinggung umat Katholik dan Nasrani, apalagi UAS mengatakan kalau salib didiami oleh jin kafir karena ada patung yang tergantung di situ. Begitu juga simbol palang merah di ambulans yang disebut UAS sebagai lambang kafir.

Deddy Corbuzier (tribunnews.com)

Seolah ingin menyindir UAS, lewat akun media sosialnya, Deddy Corbuzier pun melontarkan pendapatnya. "Lambang salib merah di ambulance itu Bukan salib Kristen Bambang!!. Itu lambang bendera Swiss.. Sebagai negara yg pertama membuat Palang Merah.. Gue muslim.. gw gak nolak barang2 buatan kafir, sok matiin lagi PLN.. jangan main HP.. jangan naik kendaraan.. yg buat kan kafir semua," sindir Deddy Corbuzier.

Meski banyak yang mendukung pernyataan Deddy Corbuzier tersebut, namun tak sedikit pula netizen yang mengkritiknya. Deddy pun akhirnya menyampaikan permintaan maafnya terkait tulisan di akun Twitternya itu.

Deddy menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak bermaksud menuju pada satu tokoh agama. "Saya harap dibaca sampe habis. Pertama, Saya mohon maaf sedalam2nya pada siapapun yang tersinggung atas tweet saya kemarin dan dianggap menuju pada satu tokoh Agama," tulis Deddy Corbuzier.

Ustad Abdul Somad (rakyatjakarta.id)

Meski begitu, Deddy Corbuzier juga merasa sedih dengan komentar-komentar negatif dari para netizen terkait pernyataannya itu. "Saya Mohon Maaf... Tapi Justru tweet saya tujuan nya adalah untuk MENUTUP KESEDIHAN SAYA melihat komen NETIZEN2 di sosmed saya yang tiba tiba bertanya APAKAH SAYA MENYESAL MUALAF!? SAKIT MENDENGARNYA..," lanjut Deddy.

Deddy pun mengaku sindirannya itu bukan ditujukan untuk UAS, tapi untuk para netizen yang mengkritiknya. "Mereka bilang : SUKUR sekarang kalau LOE/ ibu LOE sakit ga bisa naik ambulance lagi gara-gara lambang salib.. ga bisa pake HP lagi Karena yg buat kafir.. bla bla.. Ternyata cobaan seorang Mualaf sangat berat. Itulah akhirnya saya panggil woi Bambang.. (buat jawaban ke mereka! bukan untuk satu orang)," tutur Deddy.

Deddy juga menegaskan kalau dirinya adalah tipe orang yang langsung mengetag sasarannya jika sedang kesal. "Karena kalau tujuan nya ke satu org, tipe saya sejak dulu langsung tulis nama org nya tanpa pake perumpamaan lagi.. Kalian tahu sifat saya.. itu dia juga MAKANYA yg saya bahas di tweet HANYA masalah Ambulance dan produk buatan NON Muslim.. Krn saya yakin betul tdk ada satupun Ustad yang melarang itu.. (Dan Ustad yg dimaksud banyak org jelas tidak bicara tentang hal itu) Dan saya juga ga bahas masalah yg heboh skrg ttg Jin Kafir dll)," jelasnya.

Deddy Corbuzier (indolah.com)

Bahkan Deddy juga mengingatkan netizen kalau sebelum dirinya jadi mualaf, ia sudah sering membela umat Muslim. "Kalian tahu bahkan sebelum saya mualaf, saya selalu membela saudara2 saya yang muslim tiap ada kejadian apapun.. Saya jelaskan Islam itu indah.. Lihat jawaban org org ke saya di slide ke dua.. Betapa sedih nya... Dan mengapa Bisa terjadi?," tulisnya.

Deddy pun mengaku tidak mau mencampuri kasus penistaan agama yang dituduhkan kepada UAS. "Kalau masalah sikap saya tentang siapapun Ustad yg bicara ttg agama lain dan jadi viral jujur saya ga mau ikutan.. kan ilmu saya masih CETEK.. Saya saja pernah janjian dengan asisten beliau untuk ketemu dll. Karena kalau di bilang saya harus belajar lagi.. 100% benar!! Kita selalu belajar mengambil Yang Baik nya," lanjutnya.

Deddy juga menyinggung soal komentar netizen yang menudingnya salah mencari guru agama Islam. "Kalau di bilang guru saya salah.. Saya rasa tidak! Justru Guru2 saya mengajarkan Nabi Muhammad SAW Dan Quran melarang keras umat nya memperolok agama-agama lain dimanapun. Apalagi menghina pemuka Agama. (Mereka) juga ajarkan saya minta maaf adalah hal yg baik Jika gaduh, bukan diam atau bela diri. Oleh Karena itu saya Mohon Maaf sedalam-dalam nya bila ada kata kata saya yang membuat sebagian org tidak nyaman.. Saya Mualaf karena saya yakin ini agama yg Indah, tidak menjelekkan dan mendukung perbedaan.. Untuk Indonesia untuk Pancasila," pungkasnya.

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot