UC News

Sosok Prabu Brawijaya V Raja Majapahit yang Penuh Teka-Teki

Sosok Prabu Brawijaya V Raja Majapahit yang Penuh Teka-Teki
Sumber Gambar : http://www.rahmatyayablog.com (04/12/2019)

Dalam catatan sejarah Indonesia, kerajaan Majapahit adalah merupakan salah satu kerajaan terbeser di Negeri ini. Kerajaan ini didirikan oleh Raden Wijaya sekitar tahun 1293 ini, memerintah selama 234 tahun, yakni tahun 1293-1527. Selama masa kekuasaan tersebut, Majapahit telah diperintah oleh 12 raja dan 2 penguasa pada masa post periode.

Majapahit mencapai kejayaannya pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk atau Maharaja Sri Rajasanagara (1350-1389). Waktu itu, Raja Hayam Wuruk didampingi oleh Mahapatih Gajah Mada yang tersohor akan sumpah Palapa yang diucapkannya.

Kerajaan Majapahit ini mulai runtuh pada masa pemerintahan Raja Kertabhumi, yang bergelar Raja Brawijaya V. Raja Brawijaya V merupakan keturunan dari Raja Rajasawardhana, yang bergelar Raja Brawijaya II.

Berbincang sosok Raja Brawijaya V, kisah menghilangnya sang Raja hingga kini masih menjadi perdebatan. Mengingat, pada masa pemerintahan Raja Brawijaya V, perkembangan Islam mulai memasuki Majapahit. Kerajaan Majapahit mulai terdesak dengan perkembangan Islam yang pesat.

Ketua Pusat Studi Peradaban Universitas Brawijaya, Mochammad Fadli mengungkapkan, ada banyak versi terkait meninggalnya Raja Brawijaya V, sang Raja Majapahit XII. Versi pertama, kata Fadli, Raja Brawijaya V diyakini menghilang atau dalam konsep Hindu-Budha dikenal dengan istilah moksa. Moksa adalah kelepasan atau kebebasan dari ikatan duniawi, sekaligus lepas dari putaran reinkarnasi kehidupan.

Seperti halnya Prabu Siliwangi, Prabu Brawijaya V adalah raja ke sekian dari Majapahit yang memutuskan untuk moksa setelah melarikan diri karena kerajaannya dihancurleburkan oleh Kerajaan Kediri.

Versi kedua adalah Mahapatih Gajah Mada melarikan diri setelah terjadinya Perang Bubat, yaitu perang antara Kerajaan Pajajaran dari Negeri Sunda dengan Kerajaan Majapahit. Gajah Mada dituding sebagai penyebab utama terjadinya perang. Sebelum tertanggakap dan diadili atau dibunuh, Gajah Mada. http://www.bombastis.com (04/12/2019)

Versi kedua menyebutkan, Raja Brawijaya V menghilang lantaran dirinya menjadi Muslim dan berguru pada Sunan Ampel. Saat memeluk Islam, Prabu Brawijaya V memilih untuk menyepi ke sebuah desa, dengan menutupi identitasnya.

"Ada satu versi yang saya dengar dari sejarawan juga. Ketika masuk Islam, Prabu Brawijaya V ini, menyepi ke sebuah desa. Tetapi, Prabu Brawijaya ini punya tanda-tanda tertentu," ungkap Fadli, saat ditemui dalam acara Pameran Virtual Museum Brawijaya, Jumat (25/11).

Sunan Kalijaga yang mengetahui keberadaan Brawijaya V, meminta Raden Patah untuk menemui sang Raja. Raden Patah merupakan putera dari Raja Brawijaya V dengan salah satu selirnya, yang bernama Sie Tan Nio. Raden Patah adalah pendiri sekaligus Raja Demak pertama (Kerajaan Islam). http://www.youtube.com (04/12/2019).

"Saat itu, Sunan Kalijaga memerintahkan Sultan Demak (Raden Patah) untuk mengunjungi. Tapi dia (Brawijaya V)sudah mengaku bukan Prabu Brawijaya V. Tapi Raden Patah mengetahui, jika itu adalah ayahnya, Prabu Brawijaya V," jelas Fadli.

Hingga saat ini, kebenaran kisah perkenalan Raja Brawijaya V dengan Islam masih ditelusuri. Penelusuran bukti-bukti sejarah terkait perjalanan Majapahit pun masih dilakukan hingga saat ini.

Jangan lupa, ikuti terus artikel saya dengan cara klik "ikuti/follow pada artikel ini!

Sumber : http://www.rahmatyayablog.com (04/12/2019)

Http://www.youtube.com (04/12/2019)

http//www.bombastis.com (04/12/2019)


READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot