UC News

Tak Perlu Beli Scoprene, Gegara Ulah Kapal Selam Indonesia Angkatan Laut Prancis Pernah Dibuat Geram

Sosok.ID - Kunjungan Menteri Pertahanan (Menhan) Indonesia Prabowo Subianto ke Prancis beberapa waktu lalu menjadi sorotan publik tanah air.

Pasalnya dalam kesempatan itu Prabowo mengutarakan jika Indonesia berniat membeli Alutsista made in France, yakni jet tempur Rafale dan kapal selam Scorpene.

Memang patut diakui Rafale dan Scorpene merupakan mesin perang kelas wahid.

Akan tetapi biaya operasional serta harga yang cukup mahal harus menjadi pertimbangan matang sebelum diakuisisi.

Baca Juga: Dongkrak Popularitas Hingga Disodori Ratusan Juta demi Pacar Settingan, Presenter Ini Ngaku Terbuka dan Sambut Pansos di Kalangan Selebriti

Padahal netizen sudah mengaungkan jika Scorpene wajib dibeli dengan alasan melawan agresifnya China di Natuna Utara.

Padahal negeri ini sudah ada proyek pembuatan kapal selam sendiri dan jet tempur masa depan dengan Korea Selatan.

Maka pembelian Scorpene dan Refele memang harus dipertimbangkan masak-masak.

Sebenarnya ada kisah menarik antara TNI AL dan AL Prancis perihal kapal selam.

Mengutip buku 50 Tahun Pengabdian Hiu Kencana, Saat itu tahun 1987, awak KRI Cakra 401 sudah berada di Jerman untuk membawa pulang kapal selam tersebut ke Indonesia.

Baca Juga: Bermoduskan Titip Kado, Nahas Gadis Ini Meregang Nyawa di Tangan Sopir Angkot Langganan, Disekap Hingga Tengkoraknya Dibuang ke Sungai

Proses pemulangan KRI Cakra ini tidaklah seperti kapal selam negara lain yang diangkut dengan kapal besar, namun KRI Cakra akan berlayar dari Jerman langsung menuju Indonesia.

Pelayaran tersebut direncanakan dari tanggal 16 Juni 1987 sampai 13 Agustus 1987.

Maka berlayarlah KRI Cakra bersama dengan krunya dari Jerman menuju Indonesia.

Proses pelayaran jarak jauh dengan kapal selam bukanlah perkara mudah, apalagi ketika sampai di pulau Sicilia, Italia kemudi horizontal KRI Cakra sempat tersangkut jaring nelayan setempat.

Tapi semua kendala dapat diatasi oleh awak kapal KRI Cakra.

Tak Perlu Beli Scoprene, Gegara Ulah Kapal Selam Indonesia Angkatan Laut Prancis Pernah Dibuat Geram

Ketika melewati terusan Suez dan masuk ke Laut Merah rupanya dari perairan Jibouti, KRI Cakra sudah dikuntit oleh sebuah pesawat intai maritim P3 Orion milik Angkatan Laut Prancis.

Baca Juga: Trauma Lihat Bapaknya Selingkuh dan Kakaknya Nikah Sampai Tiga Kali, Asisten Presenter Kondang Ini Tags Menolak Saat Dijodohkan oleh Ibunya : Jelek Gini Aku Juga Punya Kriteria Cewek Idaman

Maksud dari P3 Orion AL Prancis tersebut ialah memata-matai KRI Cakra dan mengambil data-data tentang kapal selam milik Indonesia tersebut.

KRI Cakra kemudian menyelam sampai kedalaman 75 meter dibawah permukaan laut.

Tak mau kehilangan sasarannya P3 Orion Prancis kemudian melemparkan Sonobouy, yakni semacam alat pemancar sonar yang dicemplungkan ke laut untuk mendeteksi keberadaan kapal selam.

Tapi KRI Cakra bukannya menghindari pancaran sonar tersebut.

Komandan kapal malah menyuruh agar KRI Cakra naik ke permukaan, menampakkan diri ke pesawat milik AL Prancis itu.

Baca Juga: Trauma Lihat Bapaknya Selingkuh dan Kakaknya Nikah Sampai Tiga Kali, Asisten Presenter Kondang Ini Tags Menolak Saat Dijodohkan oleh Ibunya : Jelek Gini Aku Juga Punya Kriteria Cewek Idaman

Lebih gilanya komandan lantas menyuruh awak kapal untuk mengambil sonobouy itu.

Sonobouy lantas diambil dan dimatikan transponder sonar pelacaknya kemudian dibawa masuk ke dalam kapal selam.

Melihat hal itu awak pesawat P3 Orion Prancis bingung dan berang lantaran sonobouy yang harusnya melacak KRI Cakra malah 'digondol' oleh targetnya sendiri.

Hingga pesawat itu tak bisa lagi melacak keberadaan kapal selam milik Indonesia tersebut.

Setelah selesai mengambil 'souvenir' dari AL Prancis untuk dibawa pulang ke Indonesia maka KRI Cakra kembali menyelam dan langsung tancap gas pulang ke Indonesia.

Korps Hiu Kencana sendiri adalah Satuan Kapal Selam milik TNI AL.

Ciri khas kapal selam Indonesia selalu bernomor lambung berawal angka 4, seperti 401, 402, 403 dst.

Mottonya sendiri ialah 'Pantang Timbul Sebelum Menang, Wira Ananta Rudira (Tabah Sampai Akhir!). (Seto Aji/Sosok.ID)

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot